Salah seorang peserta, Dava (23), mahasiswa semester akhir asal Kelurahan Kacapiring, menilai program tersebut membawa manfaat ganda bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan padat karya tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga yang membutuhkan tambahan pemasukan.
Senada dengan itu, Sri (62), warga Kacapiring, menyebut program tersebut menjadi alternatif yang baik bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap. Ia berharap jumlah penerima manfaat dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Baca Juga:Taman Safari Perkenalkan Satrio Wiratama, Baby Giant Panda Pertama yang Lahir di IndonesiaPemerintah Hentikan Penyaluran Minyakita untuk Bantuan Pangan, Fokus ke Pasar Rakyat
Sementara itu, Yoga, pengemudi ojek online asal Kelurahan Cibangkong, mengaku program padat karya memberikan tambahan penghasilan yang cukup berarti di tengah pendapatan harian yang fluktuatif.
Selain memperoleh upah, peserta juga mendapatkan perlindungan melalui kepesertaan BPJS dan asuransi kecelakaan kerja sehingga merasa lebih aman selama menjalankan tugas.
Program Padat Karya Tematik tahun ini difokuskan pada berbagai kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan. Melalui skema tersebut, pemerintah berupaya menghadirkan manfaat ganda, yakni membuka kesempatan kerja sementara bagi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Pemkot Bandung menilai pendekatan padat karya menjadi salah satu langkah efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi perkotaan. Selain membantu menekan angka pengangguran, program ini juga memperkuat keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.
Menutup kegiatan, Farhan mengajak seluruh masyarakat untuk terus produktif dan memanfaatkan setiap peluang yang tersedia.
“Peluang selalu ada bagi siapa pun yang mau berusaha dan terus berkarya,” pungkasnya. (Dam)
