Meski harus membagi perhatian antara putrinya yang sedang berjuang mencari pekerjaan dan anak bungsunya yang masih membutuhkan pengasuhan intensif, Lilis mengaku tidak merasa kerepotan.
“Tidak repot sih, karena dua-duanya kan anak saya. Malah saya senang bisa nemenin mereka. Yang satu lagi mulai cari kerja, yang satu masih kecil dan perlu diurus. Sebagai ibu, saya ingin ada buat mereka di momen-momen penting seperti ini,” tuturnya sambil tersenyum.
Menurut Lilis, kesempatan mengikuti job fair menjadi salah satu harapan bagi putrinya untuk memperoleh pekerjaan pertama setelah lulus sekolah. Karena itu pun ia akhirnya memilih mengantar langsung dan menunggu hingga seluruh proses selesai sebagai bentuk dukungan moral.
Baca Juga:Imbas Bocah Tewas di Jasinga Bogor, Polisi Periksa 8 Saksi dan Amankan 30 Anjing PemburuBocah Tewas Diserang Anjing Pemburu di Jasinga Bogor, 20 Pemilik Diamankan Polisi
Baginya, memasuki dunia kerja bukanlah hal yang mudah bagi lulusan baru. Persaingan yang semakin ketat membuat dukungan keluarga menjadi penting untuk menjaga semangat anak-anak yang sedang berusaha mencari pekerjaan.
Lilis pun berharap keikutsertaan putrinya dalam Job Fair Kota Bogor 2026 dapat membuahkan hasil yang baik.
“Mudah-mudahan aja bisa ada kesempatan buat anak saya, Ratu,” katanya singkat.
Di tengah ketatnya persaingan mencari kerja, Lilis mengaku hanya bisa memberikan dukungan dan doa agar putrinya memperoleh kesempatan yang diharapkan.
Bagi Lilis, mengantar anak sulungnya mengikuti job fair sambil mengurus bayi berusia 11 bulan bukanlah beban. Di balik kesibukan itu, tersimpan harapan sederhana seorang ibu yang ingin melihat anaknya mendapatkan kesempatan untuk memulai masa depan yang lebih baik.
“Ya support terus saja, pastinya sambil didoakan, doa seorang ibu insyaallah dikabulkan,” tuturnya.
