Selain itu, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan dunia usaha dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan investor.
Dialog yang intensif diyakini dapat meminimalkan kesalahpahaman sekaligus membangun persepsi positif terhadap reformasi tata niaga ekspor nasional.
“Harus diajak ketemu, harus diajak diskusi, dijelaskan mana yang benar dan mana yang tidak. Jadi persepsinya bisa lebih baik,” kata Fakhrul.
Baca Juga:OJK Warning Modus Baru, Jasa Pelunasan Pinjol Minta Biaya di AwalPGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO₂, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon
Ia menambahkan, apabila implementasi kebijakan dilakukan secara konsisten dan transparan, kebijakan ekspor satu pintu berpotensi memperkuat sistem perdagangan komoditas Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan fiskal pemerintah melalui peningkatan penerimaan negara.
