Momen sidak itu dibagikan KDM melalui kanal YouTube resminya, Kang Dedi Mulyadi Official. Dalam video tersebut, KDM tampak marah dan heran mengapa tambang ilegal tetap beroperasi meskipun area sudah dilingkari garis polisi.
“Ini kan sudah di-police line, masih produksi,” tegas KDM.
Saat bertemu dengan petugas keamanan di lokasi, KDM langsung menegur manajemen tambang dengan nada tinggi. Ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut bisa diproses secara pidana.
Baca Juga:Usai Mengamuk di RS, Pria Disabilitas Ditemukan Tewas Tenggelam di Situ Cikaret CibinongPertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu Migas
“Nggak urusan manajemen, besok saya pidana ini. Ini kan sudah di-police line, tapi masih produksi,” ujar KDM.
Selain menyoroti aktivitas produksi yang terus berjalan, KDM juga mempertanyakan siapa pemilik tambang tersebut. Ia menegaskan akan menindak tegas pihak mana pun yang tetap menjalankan produksi meskipun sudah ada garis polisi.
Sebagai gubernur, Dedi Mulyadi menegaskan prinsipnya untuk tidak memberi ruang bagi pembangunan yang merusak alam. Sejak menjabat, ia aktif menyoroti berbagai aktivitas penambangan ilegal di sejumlah daerah di Jawa Barat, mulai dari Kabupaten Bogor, Bandung, Sukabumi, Kuningan, hingga Subang. Dalam berbagai momen yang dibagikan melalui kanal YouTube dan Instagram pribadinya, KDM kerap memperlihatkan kegiatan sidak tambang ilegal.
Ia juga menekankan pentingnya mitigasi dan pencegahan bencana dengan memperketat izin tambang yang berpotensi merusak lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Banjar maupun aparat penegak hukum setempat mengenai langkah lanjutan terkait aktivitas galian C ilegal di Gunung Gembok. Warga sekitar berharap ada tindakan nyata serupa seperti yang dilakukan KDM di Subang, sehingga kerusakan lingkungan di wilayah mereka tidak semakin parah. (CEP)
