“Bukan meriam bambu seperti informasi sebelumnya, tapi meriam botol plastik yang dimodigikasi. Lagi lagi kami juga berusaha sedang cari buktinya. Termasuk cari botol air mineral yang digunakan beli bahan bakar. Kita tentu harus validasi semua ini dengan keterangan saksi lain dan bukti di lapangan,” kata Josner.
Diketahui, peristiwa tragis yang menimpa seorang anak berusia 8 tahun itu terjadi pada akhir Maret lalu. Ibu dari anak tersebut mengaku terus merasakan kejanggalan perihal penyebab luka bakar yang dialami anaknya itu. Apalagi belakangan si memberikan keterangan yang berbeda berbeda dari sebelumnya ketika ditanya soal kronologis kejadian.
“Kejadiannya akhir bulan Maret lalu, saat itu anak saya pamit main meriam bambu dengan teman-temannya, tapi saat pulang ke rumah kondisi tubuhnya penuh luka bakar,” tutur ibu korban, disela membuat laporan di Mapolres Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026)
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket SembakoKasus Tindak Asusila Anak SD di Sumedang Jadi Perhatian, Isu Child Grooming Perlu Disadari Masyarakat
Ibu tersebut bercerita, saat ditanya anaknya kala itu mengaku menyenggol bahan bakar jenis bensin saat main meriam bambu dan tersambar api saat meriam dinyalakan. Namun belakangan anaknya mengaku ada yang menyiramkan bensin ke tubuhnya dan tersambar api hingga terjadi luka bakar. (Hendi)
