Akibatnya, ruang tamu mengalami kerusakan dan kebocoran cukup besar hingga air menggenang saat hujan deras. Sementara bagian teras mengalami kerusakan cukup parah dengan lubang besar.
“Pas saya cek ke luar, ternyata atap sekolah sudah nimpa rumah. Di ruang tamu bolong dan bocor sampai banjir. Yang paling parah di bagian teras. Saya langsung keluar sama anak-anak karena takut ada susulan,” tuturnya.
Karena rumahnya tidak lagi aman ditempati, Sri bersama keluarganya memilih mengungsi sementara ke rumah mertua. Ia berharap bantuan hunian sementara atau kontrakan segera direalisasikan sambil menunggu proses evakuasi selesai.
Baca Juga:Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk PansusKang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga
“Semoga bisa segera ada bantuan, baik huntara atau kontrakan sementara. Katanya masih diproses. Soalnya kalau lama ngungsi di rumah mertua juga tidak enak,” pungkasnya.
