JABAR EKSPRES – Pemerintah Desa (Pemdes) Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menyewakan mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) bantuan Provinsi Jawa Barat ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk menambah Pendapatan Asli Desa (PADes).
Kepala Desa Sinartanjung, Asep Hendra Sugiharto, mengatakan bahwa keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan matang dan sesuai aturan. Mobil Maskara saat ini sudah menjadi aset desa, bahkan bukti kepemilikan kendaraan atau BPKB sudah atas nama pemerintah desa.
“Kami tidak gegabah, kami lihat dulu aturannya. Karena mobil Maskara ini sudah menjadi aset desa, maka kami manfaatkan juga untuk menghasilkan PADes tanpa mengurangi pelayanan fungsinya kepada masyarakat,” ujar Asep di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga:Genjot PADes, Pemdes Sinartanjung-Banjar Sewakan Mobil Maskara Rp225 Ribu per Hari untuk Dapur MBGAsal-asalan Bawa Kotak Suara Pakai Mobil Maskara, PPS di Sinartanjung Banjar Kena Sentil
Ia mengungkapkan bahwa nilai kontrak sewa mobil Maskara dengan pihak dapur MBG di wilayahnya mencapai sekitar Rp45 juta untuk jangka waktu 10 bulan. Hasil sewa tersebut seluruhnya akan masuk ke kas desa.
Asep merinci alokasi dana hasil sewa mobil itu akan digunakan untuk empat hal. Pertama, penyelenggaraan pemerintahan desa sebesar 30 persen. Kedua, pelaksanaan pembangunan desa sebesar 30 persen. Ketiga, pemberdayaan masyarakat desa sebesar 20 persen. Keempat, pembinaan kemasyarakatan desa sebesar 20 persen.
Pengaturan mengenai alokasi ini tertuang dalam Peraturan Desa Sinartanjung Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pungutan Pendapatan Asli Desa. Asep menegaskan pihaknya berkomitmen tidak akan mengurangi pelayanan kepada masyarakat dari fungsi awal mobil Maskara.
Untuk menambah PADes, Asep mengakui desanya harus memutar otak menggali potensi yang ada. Pemanfaatan mobil Maskara agar menghasilkan pendapatan dinilai sebagai langkah efektif, selama tidak mengganggu pelayanan publik.
Ia menjelaskan, jika ada warga yang membutuhkan mobil Maskara, jadwalnya bisa disesuaikan dengan jadwal operasional dapur MBG. Sementara untuk pelayanan darurat seperti mengantar orang sakit atau jenazah, Desa Sinartanjung sudah memiliki ambulans desa.
“Sementara untuk pelayanan mengantarkan orang sakit atau meninggal dunia, kami sudah memiliki ambulans desa. Jadi dari sisi pelayanan, mobil Maskara tidak terlalu urgen digunakan oleh masyarakat, sehingga kami melalui Musdes mengambil langkah yang efektif agar menghasilkan PADes. Hasil sewa juga itu tidak akan dinikmati oleh pribadi, melainkan untuk kepentingan pemerintah Desa Sinartanjung,” katanya.
