Dari nama-nama Komoditas tersebut, Kopi dan Kakao (Cokelat) diposisikan sebagai “bintang utama”. Saeful melihat potensi besar di wilayah dengan ketinggian 200–700 MDPL seperti Arjasari untuk pengembangan Kakao sebagai solusi ekonomi sekaligus konservasi lahan.
“Pemerintah harus bertindak sebagai jembatan agar terjadi link and match. Industri besar wajib menyerap hasil tani lokal. Kita jangan hanya menjual biji mentah namun nilai tambah dari pengolahan harus dinikmati oleh petani kita di Kabupaten Bandung,” pungkasnya
