JABAR EKSPRES – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat R. Vini Adiani Dewi menekankan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk menekan stunting di kota/kabupaten.
PMT adalah dukungan pemberikan makanan tambahan yang menekankan pada produk bernutrisi tinggi. Khususnya bahan makanan lokal. Misalnya protein hewani seperti ayam ikan atau telur.
Vini menguraikan, produk pangan lokal lebih direkomendasikan karena memang padat gizi. “Itu lebih baik dibandingkan dengan produk-produk makanan instan,” terangnya, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga:Stunting di Jabar Meningkat, Wagub Erwan Peringatkan 6 Daerah IniCegah Stunting, Pemkab Bandung Barat Ajak Warga Rutin Minum Susu dan Makan Ikan
Menurut Vini, PMT Lokal ini lebih cocok dalam pemenuhan gizi masyarakat. Utamanya untuk menekan stunting. “Jadi yang paling komplit gizinya itu adalah ASI dan makanan lokal,” bebernya.
Konsep PMT memang sedikit berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kalau MBG lebih sebagai pengganti makanan sehari-hari agar terpenuhi gizinya. Sementara PMT lebih focus pada pemenuhan gizi khusus. Makanya secara porsi juga tidak sebesar MBG. “Kadang makanannya kecil tapi kandungan gizinya tinggi,” bebernya.
Program MBG dan PMT ini berjalan beriringan, yang pasti tujuannya untuk meningkatkan gizi masyarakat.
Vini melanjutkan, program PMT ini ada di Puskesmas, tapi memang tidak semua puskesmas menerima alokasi dana tersebut. “Ini memang diberikan Pemerintah Pusat lewat dana Bantuan Operasional Kesehatan,” tuturnya.
Karena tidak semua dapat, maka pemerintah daerah juga perlu bergerak. Pemenuhan PMT ini bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari cover lewat APBD jika memang pendapatan daerah tinggi, atau berkolaborasi lewat program dana CSR perusahaan.
Dinas mencatat, dari 1.117 Puskesmas yang tersebar, ada 1.106 puskesmas yang memiliki pagu Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Sehingga masih ada sekitar 11 puskesmas yang tidak memiliki anggaran untuk PMT. Kemudian dalam penyaluran BOK tahap satu, setidaknya sudah ada 486 puskesmas yang melaksanakan program PMT Lokal. (Son)
