JABAR EKSPRES – Pemerintah mengaku tengah mempersiapkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) kemasan 2 kilogram (kg). Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu.
Menurutnya, proses persiapan beras SPHP 2 kg saat ini telah memasuki tahap desain kemasan, sebelum disalurkan secara masif kepada masyarakat.
Adapun saat ini, kata dia, pemerintah telah menyalurkan beras SPHP kemasan 5 kg kepada masyarakat, dan akan segera menyalurkan kemasan 2 kg.
Baca Juga:Harga BBM Nonsubsidi Tak Naik, Selisih Ditanggung Pertamina?Aturan WFH bagi Swasta, Menaker: Harinya Tergantung Perusahaan
“Beras SPHP (kemasan 5 kg) sudah disalurkan sekarang. Yang beras (SPHP) kemasan kecil (2 kg) lagi didesain, itu akan cepat,” ujarnya, dikutip Senin (6/4/2026).
Kemudian, guna mempercepat pendistribusian, Mentan memastikan pihaknya akan segera menyetujui pengadaan beras SPHP kemasan 2 kg tersebut. Jika proses desain rampung.
Bahkan, ia menyebut akan menandatangani kebijakan tersebut di hari yang sama. “Segera, ini begitu selesai langsung saya tanda tangan. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan.”
Saat ini, lanjut dia, beras cadangan pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk memasok beras SPHP sepanjang tahun 2026.
Terkait pengadaan beras SPHP kemasan 2 kg tersebut, Mentan mengaku bahwa hal itu direalisasikan, sebagaimana permintaan masyarakat. Terutama para pekerja harian.
“Ya itulah permintaan masyarakat. Karena tidak mungkin permintaan Bulog, tidak mungkin permintaan Bapanas (Badan Pangan Nasional). Kalau rakyat yang butuh, kita bertindak untuk rakyat karena ada buruh harian, macam-macam,” tuturnya.
Adapun beras SPHP kemasan 2 kg itu, kata dia, akan dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat.
Baca Juga:Wajibkan Biodiesel 50 Mulai Juli 2026, Bisa Hemat Subsidi?Tok! ASN Resmi WFH Setiap Jumat, KBM Dasar hingga Menengah Tatap Muka
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dilakukan sepanjang tahun 2026 dengan target 828 ribu ton, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras nasional.
Rizal mengatakan penugasan tersebut mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor:204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 perihal Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026.
“Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan (Peraturan Badan) Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 yang mana total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan,” kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/5).
