JABAR EKSPRES – Bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi belum mengalami kenaikan di tengah lonjakan harga minyak dunia, imbas penutupan Selat Hormuz yang memengaruhi keterbatasan pasokan energi ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa, saat ini pemerintah masih mempertahankan harga BBM nonsubsidi. Hal itu disampaikan Menkeu kepada wartawan di Wisman Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu.
Adapun, kata dia, terkait selisih harga BBM nonsubsidi yang tidak mengalami penyesuaian di tengah lonjakan harga minyak dunia, akan ditanggung oleh Pertamina untuk sementara waktu.
Baca Juga:Aturan WFH bagi Swasta, Menaker: Harinya Tergantung PerusahaanWajibkan Biodiesel 50 Mulai Juli 2026, Bisa Hemat Subsidi?
“Sementara sepertinya (selisih harga ditanggung) Pertamina. Sementara, ya,” ujarnya, dikutip Kamis (2/4/2026).
Ia meyakini bahwa, Pertamina mampu menanggung selisih tersebut, sebab pemerintah telah membayar kompensasi kepada Pertamina tanpa hambatan.
Kompensasi yang dimaksud, merupakan dana yang dibayarkan pemerintah kepada badan usaha seperti Pertamina dan PLN, untuk menutupi selisih antara harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah, dengan harga keekonomian (harga pasar) BBM dan tarif tenaga listrik.
Dalam hal ini, pemerintah membayar kompensasi kepada Pertamina untuk menutupi selisih harga jual Pertalite yang merupakan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP).
“Sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar, yang kompensasi kan sekarang kami bayar tiap bulan 70 persen terus-terusan. Jadi, keuangan Pertamina juga amat baik,” ucap Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi tidak mengalami kenaikan.
Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3), Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto
Baca Juga:Tok! ASN Resmi WFH Setiap Jumat, KBM Dasar hingga Menengah Tatap MukaPertamina-INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek Blok Masela
Pemerintah juga memastikan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia, sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga.
Sementara itu, harga minyak dunia jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 100 dolar AS per barel, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel.
