Ketua Badko HMI Jabar dapat Ancaman Penyiraman Air Keras, LBH Bandung: Ciri Kemunduran Demokrasi!

LBH Bandung Kecam Ancaman Penyiraman Air Keras kepada Ketua Badko HMI Jabar: Kemunduran Demokrasi!
Ilustrasi ancaman penyiraman air keras terhadap Ketua Badko HMI Jabar. Dok. Freepik
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, mengecam keras terhadap adanya ancaman penyiraman air keras kepada Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati.

Menurut Kepala Advokasi dan Jaringan LBH Bandung Rafi Syaiful Ilham, ancaman yang menimpa Siti Nurhayati tersebut merupakan penghalang terhadap kebebasan berekspresi dan pendapat.

“Karena ini akan terjadi preseden buruk terhadap demokrasi kita, terhadap demokrasi Indonesia, dan sudah terjadi ciri-ciri kemunduran demokrasi. Ini merupakan kegagalan negara dalam menjalankan demokrasi Indonesia sendiri,” katanya, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga:Rekam Jejak Dikantongi, Kompolnas Desak Polisi Segera Ungkap Pelaku Kasus Air KerasPelaku Penyiraman Air Keras di KBB Ditangkap di Bali, Terancam 10 Tahun Penjara

Rafi mengatakan, dengan adanya ancaman yang menimpa Ketua Badko HMI Jawa Barat tersebut, LBH akan terus melakukan monitoring terhdap para aktivis yang kerap kontras menyuarakan keadilan.

Bahkan pihaknya juga, kata Rafi akan terus mengawal soal ancaman penyiraman air keras tersebut.

“LBH Bandung tetap konsisten untuk melakukan advokasi terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi, yang mana itu sudah menjadi hak asasi bagi setiap orang, yang tentunya harus semua negara bisa menghormati hak-hak tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati, mengaku mendapat ancaman penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal.

Ancaman ini menurutnya didapat, usai dirinya menyuarakan keadilan terhadap kasus yang menimpa aktivis Andrie Yunus yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, bahwa dirinya telah mengunggahsoal dugaan aktor intelektual dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

“Dalam pesan itu (ancamannya), saya diminta untuk diam, bahkan disebutkan posisi ibu saya,” imbuhnya. (San)

0 Komentar