JABAR EKSPRES – Omzet pedagang daging sapi di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melonjak tajam menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 akibat tingginya permintaan masyarakat.
Salah seorang pedagang daging sapi, Cucu Wahidin (33), warga Padalarang, mengatakan tren kenaikan penjualan sudah mulai terasa sejak awal Ramadan dan terus meningkat secara bertahap.
“Sejak awal Ramadan sudah mulai ada peningkatan, tapi sekarang jauh lebih terasa karena banyak yang mulai belanja kebutuhan Lebaran,” ujarnya saat ditemui, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga:Dukung Program Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik dalam Mudik Bareng 2026ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026
Menurutnya, lonjakan permintaan dipicu kebutuhan masyarakat untuk menyiapkan berbagai hidangan khas Lebaran. Kondisi tersebut membuat penjualan daging sapi meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Pada hari biasa, Cucu mengaku hanya mampu menjual satu ekor sapi per hari. Namun selama Ramadan, jumlah tersebut naik menjadi dua ekor per hari.
Memasuki sepekan menjelang Lebaran, peningkatan penjualan semakin drastis. Saat ini, ia bahkan bisa menjual hingga enam ekor sapi setiap harinya untuk memenuhi permintaan pembeli.
“Sekarang bisa sampai enam ekor per hari. Biasanya nanti mendekati H-2 Lebaran akan lebih ramai lagi,” katanya.
Ia memprediksi, puncak permintaan akan terjadi dua hari sebelum Lebaran. Pada momen tersebut, tidak hanya jumlah pembeli yang meningkat, tetapi harga daging juga berpotensi ikut naik.
“Biasanya H-2 itu paling ramai. Permintaan bisa naik lagi, bahkan harga juga bisa ikut terdorong,” pungkasnya.
Meski harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram, hal itu tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli.
Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan
Salah seorang pembeli, Yoyoh (55), warga Desa Padalarang, mengaku tetap membeli daging sapi meski harganya tergolong mahal. Baginya, daging sapi sudah menjadi bagian dari tradisi saat Lebaran.
“Mau tidak mau tetap beli, karena setiap Lebaran pasti masak daging. Sudah jadi kebiasaan,” ujarnya. (Wit)
