JABAR EKSPRES – Kementerian Agama (Kemenag) Cimahi kembali menyediakan layanan Masjid Ramah Pemudik untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Program ini bertujuan memberikan fasilitas ibadah, istirahat, dan informasi bagi para pemudik yang melintasi wilayah Cimahi.
Kasi Bimas Islam Kemenag Cimahi, Budi Ali Hidayat menegaskan pentingnya keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
“Kami mengimbau pemudik untuk mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga kesehatan,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres di Kantor Kemenag Cimahi, Jl. Kamarung No.17A, Citeureup, Cimahi Utara, Selasa (17/3/26).
Baca Juga:Dukung Program Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik dalam Mudik Bareng 2026ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026
Budi menjelaskan, masjid dan mushalla di jalur pemudik diinstruksikan buka 24 jam tanpa dikunci. Fasilitas yang disiapkan antara lain toilet bersih, air minum, tempat istirahat, dan area pengisian daya ponsel.
Selain itu, pihak panitia juga menyediakan paket takjil saat berbuka dan menu sahur bagi pemudik yang singgah.
“Kami sudah memantau Masjid Agung. Setiap bakda Magrib panitia sudah menyediakan paket takjil berbuka bersama, dan sahur juga tersedia,” tambah Budi.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2026, Kemenag Cimahi mengimbau seluruh DKM masjid dan mushalla di jalur mudik untuk berpartisipasi dalam program ini. Pihak Kemenag bekerja sama dengan penyuluh agama dan penghulu setempat untuk jadwal piket agar layanan berjalan maksimal.
Untuk tahun ini, ada tiga masjid utama yang menjadi fokus Masjid Ramah Pemudik, yaitu Masjid Baiturrahman (Cimahi Selatan), Masjid Agung Kota Cimahi, dan Masjid At-Tarbiyah (Cimahi Utara, Cipageran).
Meski keterbatasan anggaran membatasi fasilitas tambahan, pihak Kemenag tetap menyiapkan makanan ringan dan minuman bagi pemudik.
“Sebelum SE ini, Masjid Agung setiap tahun sudah mengadakan Masjid Ramah dan selalu ramai,” ungkap Budi.
Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan
Terkait petugas, Budi menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan dengan DKM masing-masing masjid. Monitoring juga dilakukan rutin setiap tahun untuk memastikan kelancaran pelayanan.
“Kementerian Agama, melalui Dirjen Bimas Islam, akan melakukan pendataan dan pemantauan di seluruh titik lokasi yang menjadi jalur Masjid Ramah Pemudik,” pungkasnya. (Mong)
