JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menghentikan sementara operasional delman dan sejumlah trayek angkot menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan libur Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat, Mochammad Ridwan Evi, mengatakan penghentian operasional sementara tersebut berlaku bagi delman di kawasan Padalarang serta beberapa trayek angkot di wilayah Lembang.
Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk
“Penghentian operasional delman diberlakukan selama tujuh hari mulai 18 Maret. Para kusir delman menerima kompensasi Rp200 ribu per hari sehingga totalnya Rp1,4 juta per orang,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).
Ridwan menjelaskan, terdapat 10 kusir delman di wilayah Padalarang yang diminta menghentikan operasional selama masa arus mudik. Delman tersebut biasanya melayani rute Pasar Tagog menuju Babakanloa Permai (Baloper).
Menurutnya, Dishub sebelumnya telah memasang rambu pembatasan operasional delman agar hanya beroperasi sampai kawasan Purabaya untuk mengurangi kepadatan di Jalan Raya Padalarang. Namun dalam praktiknya masih ada delman yang mengambil penumpang dari Pasar Tagog.
“Kami sudah memberikan pemahaman kepada para kusir delman agar bersama-sama menjaga kelancaran lalu lintas saat momen Lebaran. Ini juga merupakan kebijakan yang mengacu pada arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Selain delman, penghentian sementara operasional juga diberlakukan terhadap tiga trayek angkot di kawasan Lembang, yakni Cisarua-Lembang, Lembang-Cikole, serta Maribaya-Cibodas.
Total terdapat 259 orang yang menerima kompensasi penghentian operasional angkot, terdiri dari 190 pengemudi dan 69 pemilik kendaraan.
“Baik pengemudi maupun pemilik angkot menerima kompensasi masing-masing sebesar Rp1 juta selama masa penghentian operasional,” ungkap Ridwan.
Baca Juga:ORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan NasionalDoa Lailatul Qadar Lengkap dengan Artinya, Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan
Salah seorang kusir delman di Padalarang, Iyan Sopiansyah (34), mengaku mendukung kebijakan tersebut dan siap menghentikan operasional sementara selama masa arus mudik berlangsung.
“Kompensasinya sudah kami terima. Kami ikut mendukung supaya lalu lintas saat Lebaran bisa lebih lancar,” kata Iyan.
Ia mengakui penghasilan menarik delman dalam sehari biasanya bisa melebihi nilai kompensasi yang diberikan pemerintah.
“Memang kalau narik biasanya bisa dapat lebih dari Rp200 ribu, tapi tidak apa-apa. Yang penting lalu lintas bisa lebih tertib,” pungkasnya. (Wit)
