JABAR EKSPRES – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat bersiap menghadapi momen libur Lebaran 2026. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari mendorong digitalisasi data kunjungan wisatawan hingga memperkuat pengamanan di berbagai objek wisata.
Momen Lebaran tidak hanya identik dengan arus mudik masyarakat ke kampung halaman untuk bersilaturahmi. Setelah hari raya, biasanya terjadi pergerakan masyarakat menuju berbagai destinasi wisata karena masih berada dalam masa libur kerja.
Kondisi tersebut membuat sektor pariwisata kerap mengalami lonjakan kunjungan wisatawan setiap libur Lebaran.
Baca Juga:ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia
Sebagai gambaran, pada Lebaran 2025 lalu jumlah pengunjung Masjid Raya Al Jabbar di Kota Bandung mencapai 229.097 orang. Angka tersebut bahkan melampaui jumlah pengunjung Pantai Pangandaran yang tercatat sebanyak 194.813 orang.
Kepala Disparbud Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan bahwa Lebaran merupakan salah satu periode dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, termasuk kunjungan ke berbagai destinasi wisata di daerah.
“Tentu kami juga bersiap untuk momen tersebut,” katanya, Sabtu (14/3).
Ia menjelaskan, berbagai upaya tengah dilakukan untuk mengoptimalkan sektor pariwisata selama masa libur Lebaran. Salah satunya melalui Program Destinasi Berseka, yang bertujuan menyiapkan destinasi wisata yang bersih, sehat, dan nyaman bagi wisatawan.
Selain itu, Disparbud juga mendorong digitalisasi data kunjungan wisatawan melalui penerapan Modern Entrance Management System. Sistem ini memungkinkan pencatatan data kunjungan secara real-time melalui integrasi API, termasuk digitalisasi data okupansi hotel.
“Ini untuk kemudahan dan ketepatan pemantauan,” katanya.
Tak hanya itu, Disparbud Jawa Barat juga akan memperkuat pengamanan di sejumlah objek wisata dengan berkolaborasi bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Barat.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan momen libur Lebaran dapat berlangsung aman dan nyaman bagi wisatawan. Kondisi ini juga diharapkan memberi dampak positif terhadap ekosistem pariwisata di Jawa Barat.
Baca Juga:Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 Kecamatan
Sejumlah persoalan yang kerap muncul saat musim liburan di sektor wisata, seperti praktik getok tarif pada tiket masuk, parkir, maupun kuliner, juga menjadi perhatian.
Disparbud berharap para pelaku usaha pariwisata dapat menjaga kepercayaan wisatawan dengan tidak melakukan praktik tersebut selama masa libur Lebaran. (son)
