“Tentu, kami bersama tim Satgas Pangan dari Polres Cimahi untuk memantau harga jual bahan pangan terutama yang sudah ada ketentuan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah. Tadi hasil pantauan ke lapangan tidak ada pedagang yang jual bahan pangan diatas HET,” tuturnya.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Indra Bagjana, menyebut kenaikan harga cabai rawit merah sebenarnya telah terjadi sejak awal Ramadan.
“Yang ditemukan naik harga cabe rawit merah, memang harganya sudah tinggi sejak awal ramadan. Justru yang kita prediksikan akan naik seperti cabe merah tanjung masih adem dan prediksinya akan naik di H-4 atau H-3 akan sedikit naik di kisaran Rp 60.000-70.000/kg,” katanya.
Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional
Sementara itu, harga daging sapi relatif stabil sejak awal Ramadan, meskipun pasokan di sejumlah daerah sempat terganggu.
“Harga daging sapi tidak hanya masalah momentum Ramadan dan Lebaran saja, namun dipicu kelangkaan suplai. Di Jabodetabek sempat mogok karena kenaikan harga dari peternak,” bebernya.
Lebih lanjut, Indra menuturkan, untuk Kota Cimahi tidak sampai mogok, namun harga masih mengikuti pasaran karena tergantung pasokan.
“Mungkin kisaran 5-8 persen naiknya, untuk harga sekarang Rp 140.000/kg sampai Rp 150.000/kg untuk bagian has dalam,” sebutnya.
Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan bahan pokok menjelang Lebaran tetap aman karena produsen meningkatkan distribusi untuk memenuhi lonjakan permintaan.
“Justru momentum ini para produsen melepas barang karena permintaannya tinggi. Jadi suplai dipastikan tidak ada masalah khususnya bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (Mong)
