Jelang Idulfitri, Farhan Tekankan Sinergi Forkopimcam dan Dorong Program Gaslah

Ilustrasi: Petugas pemilahanan dan pengolah sampah (Gaslah) mengambil sampah organik dari rumah warga sebagai
Ilustrasi: Petugas pemilahanan dan pengolah sampah (Gaslah) mengambil sampah organik dari rumah warga sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah secara mandiri di Kampung Liogenteng, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota menjelang perayaan Idulfitri. Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).

Pertemuan tersebut melibatkan berbagai unsur keamanan dan pemerintahan di tingkat kewilayahan, mulai dari Kapolsek, Bhabinkamtibmas, Danramil hingga Babinsa. Kegiatan ini menjadi agenda rutin pemerintah kota setiap tahun menjelang Lebaran sebagai upaya memperkuat koordinasi di tingkat kecamatan.

Farhan menjelaskan, momentum menjelang Idulfitri biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan, hingga volume sampah rumah tangga. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan unsur kewilayahan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kota.

Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

“Silaturahmi ini rutin kami lakukan setiap tahun menjelang Idulfitri. Tujuannya bukan hanya mempererat hubungan, tetapi juga memperkuat koordinasi antar unsur Forkopimcam agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal,” ujar Farhan.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menyukseskan program Gaslah yang saat ini sedang digencarkan Pemerintah Kota Bandung. Program tersebut diproyeksikan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, keberhasilan program pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aparat kewilayahan hingga masyarakat di tingkat lingkungan menjadi kunci dalam membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah.

“Yang paling ditekankan adalah kerja sama, khususnya dalam menyukseskan program Gaslah. Program ini menjadi pintu masuk untuk membiasakan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah,” katanya.

Farhan menambahkan, aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat. Melalui koordinasi Forkopimcam, pemerintah berharap sosialisasi terkait pemilahan sampah dan kebersihan lingkungan dapat menjangkau hingga tingkat rukun warga.

Selain itu, ia juga berharap sinergi lintas instansi tidak hanya fokus pada isu kebersihan, tetapi juga mencakup pengamanan wilayah serta ketertiban masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.

0 Komentar