Sementara itu, Koordinator Tim Eduplus Unikom, Adam Muharil Bachtiar, menekankan keunggulan kompetitif bagi lulusan. “Lulusan Unikom kini memiliki ciri khas yang sulit ditandingi. Jika dulu hanya transkrip nilai, kini ada Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) lengkap dengan portfolio-di mana kompetensi AI menjadi nilai tambah yang sangat diperhatikan oleh para rekruter,” jelasnya.
Ia juga menepis anggapan keliru bahwa AI mengancam lapangan kerja. “Justru sebaliknya, AI berperan sebagai asisten cerdas bagi manusia, sekaligus membuka peluang kerja baru yang lebih inovatif. Tantangan terbesar bukanlah ancaman, melainkan kemampuan kita melihat dan merebut peluang di pekerjaan-pekerjaan baru tersebut,” pungkasnya.
Kerja sama dengan Google tidak terbatas pada infrastruktur semata, melainkan mencakup kurikulum, pelatihan, dan dukungan berkelanjutan-baik dari sisi internal maupun eksternal. Olivia Husli Basrin, Country Lead Google for Education Indonesia dan Malaysia, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini.
Baca Juga:Satgas TMMD Kodim Bandung Gencar Edukasi Administrasi Kependudukan di Desa CipelahKuasa Hukum PT BSS: Perpanjangan SHGB Masih Berhak dan Sedang Diproses Secara Hukum
“Ini merupakan inovasi pertama di Indonesia yang lahir dari kolaborasi langsung dengan Google. Pusat ini jauh melampaui laboratorium komputer biasa-ia menjadi wadah bagi solusi masalah lokal, inkubasi UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar. Mahasiswa dapat mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi, termasuk kontribusi nyata bagi komunitas,” ujar Olivia.
Ia berharap pusat ini melahirkan produk, prototipe, serta riset yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. “Kami sangat antusias jika semakin banyak perguruan tinggi yang mengadopsi model serupa dengan sentuhan inovasi masing-masing. Google menyediakan infrastruktur, akun, modul pelatihan, dan penguatan digital skills-sisanya adalah inisiatif luar biasa dari rektorat dan tim dosen Unikom,” tambahnya.
Ke depan, kolaborasi ini akan semakin meluas ke ranah riset bersama, pengembangan keterampilan spesifik, serta penguatan soft skills yang relevan dengan kebutuhan era AI. Dengan langkah berani ini, Unikom tidak hanya siap menyongsong masa depan berbasis kecerdasan buatan-melainkan juga memimpin transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju kampus yang sungguh-sungguh AI-ready dan berdampak nyata. (bbs)
