Pertama di Indonesia! Unikom Bandung Buka Google AI Learning Center

Unikom Bandung
BERIKAN KETERANGAN: Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto saat diwawancarai awak media pada grand opening Google AI Learning Center di Kampus Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, Rabu (4/3). (FOTO: DIMAS RACHMATSYAH/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung mencatatkan sejarah baru dalam lanskap pendidikan tinggi nasional. Rabu (4/3/2026), kampus ini secara resmi membuka Google AI Learning Center di lingkungannya, menjadikannya perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menjalin kemitraan langsung dengan Google untuk membangun pusat pembelajaran kecerdasan buatan (AI) yang sesungguhnya.

Bukan sekadar laboratorium komputer konvensional, fasilitas ini dirancang sebagai ruang inovasi mutakhir yang siap menciptakan dampak signifikan-bagi sivitas akademika, dunia pendidikan, hingga masyarakat luas.

Rektor Unikom, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT., menegaskan bahwa langkah ini bukan kebetulan semata. Sebagai kampus berbasis digital dan ICT terdepan di Bandung, Unikom wajib menjadi pelopor.

Baca Juga:Satgas TMMD Kodim Bandung Gencar Edukasi Administrasi Kependudukan di Desa CipelahKuasa Hukum PT BSS: Perpanjangan SHGB Masih Berhak dan Sedang Diproses Secara Hukum

“Di era di mana AI semakin meresap ke segala aspek kehidupan, teknologi ini harus hadir di sini sebagai leading university. Kami ingin memperkenalkan inovasi terkini kepada seluruh sivitas akademika, kemudian menyebarkannya ke anggota APTISI Jawa Barat, APTISI Pusat, hingga mencakup seluruh 38 provinsi dan hampir 4.500 perguruan tinggi swasta di Indonesia,” ujar Prof. Eddy.

Dalam jangka pendek 1–2 tahun mendatang, Unikom menargetkan sertifikasi kompetensi AI bagi pimpinan kampus dan seluruh mahasiswa, sebelum memperluas manfaatnya ke perguruan tinggi lain di Jawa Barat dan tingkat nasional. “Kami memulai dari internal, lalu mengalirkannya ke luar. Program pelatihan telah siap, dan kami optimistis capaian ini akan semakin optimal ke depannya,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Informasi dan International Program, Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., menyoroti dimensi dampak sosial yang lebih luas. “Inisiatif ini selaras dengan arahan pemerintah agar perguruan tinggi benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat, organisasi, dan lingkungan,” paparnya.

“AI bukan sekadar alat, melainkan instrumen ampuh untuk perencanaan strategis, pengambilan keputusan cerdas, serta kemajuan berbagai disiplin ilmu di Unikom dan kampus-kampus lain,” imbuh Prof. Zainal.

Menurut Prof. Zainal, kunci utamanya terletak pada integrasi AI ke dalam kurikulum secara mendalam. Proses pembelajaran akan melibatkan AI untuk memperkaya materi, sekaligus mengarahkan mahasiswa pada solusi konkret bagi permasalahan riil di sekitar. “Kami lebih ingin menghadirkan solusi daripada sekadar mengidentifikasi masalah,” tegasnya.

0 Komentar