Pada 2026, Kementerian Perhubungan mengawal sejumlah isu strategis nasional yang bersumber dri berbagai direktif Presiden dengan total perkiraan kebutuhan anggaran Rp802,88 miliar, meliputi percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional dengan perkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp221,27 miliar.
Stimulus ekonomi melalui diskon tarif angkutan penyeberangan, laut, dan kereta api saat Nataru 2025/2026 dan Lebaran 2026 dengan kebutuhan anggaran Rp373,97 miliar
Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan perkiraan kebutuhan anggaran Rp184,69 miliar.
Baca Juga:Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Menhub Siapkan 5 Jalur Penyeberangan Laut Lintas Jawa-Sumatera Bapanas Siapkan Perpres Penyelamatan Pangan, Perkuat Ekosistem Ekonomi Sirkular
Selain itu, dukungan penyelenggaraan Sekolah Rakyat dengan perkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp22,95 miliar.
“Seluruh kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas intruksi dan keputusan Presiden dalam rangka percepatan pembangunan, pemulihan ekonomi, serta penguatan pelayanan publik di sektor transportasi,” kata Menhub.
Bahkan, dalam rapat tersebut juga dipaparkan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan realisasi mencapai 88,88 persen atau sebesar Rp28,68 triliun dari pagu efektif Rp32,27 triliun.
