Ia khawatir, jika kasus seperti ini hanya diselesaikan secara kekeluargaan tanpa ada pembelajaran institusional, maka pasien lain yang lebih awam atau tidak berdaya bisa menjadi korban berikutnya.
“Ini menyangkut nyawa, bukan sekadar salah resep yang bisa dibetulkan dengan senyum. Kalau saya tidak protes, atau seandainya ibu saya langsung minum obat itu, efeknya bisa separah apa? Lalu apakah pihak rumah sakit bakal datang sendiri ke rumah kalau tidak ada komplain? Saya rasa tidak,” tegasnya.
Secara regulasi, hak pasien untuk mendapatkan informasi yang benar dan pelayanan yang aman telah dijamin dalam berbagai peraturan perundang-undangan.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
Pasien dan keluarga berhak bertanya jika menemukan kejanggalan, sementara rumah sakit berkewajiban melakukan investigasi internal serta perbaikan sistem secara berkelanjutan.
Dalam kasus ini, celah kesalahan diduga terjadi pada fase peresepan, baik karena human error, kurangnya verifikasi apoteker, atau mungkin ketidaklengkapan komunikasi antara tenaga kesehatan.
Ilham berharap kasus yang dialami ibunya menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama manajemen RS Mitra Idaman. Ia tidak ingin permintaan maaf dan penggantian obat menjadi akhir dari segalanya.
Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemberian obat, menurutnya, mutlak dilakukan agar tak ada lagi keluarga lain yang harus cemas karena kelalaian yang sejatinya bisa dicegah.
Sementara itu, Sekretaris RS Mitra Idaman, Eva, memberikan keterangan singkat ketika ditemui Jabar Ekspres. Ia membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami sudah melakukan evaluasi internal, sudah kami tindak lanjuti. Yang pasti, kami sudah melakukan evaluasi dan sudah ada tindak lanjutnya,” ujar Eva, Rabu (18/2/2026).
Meski demikian, ia tidak merinci lebih jauh bentuk evaluasi dan tindak lanjut yang dimaksud, termasuk apakah ada sanksi atau perbaikan prosedur yang diterapkan pascakejadian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari manajemen rumah sakit terkait langkah konkret pencegahan medication error di masa depan. (CEP)
