Salut! Premier League Hentikan Laga Sejenak Demi Pemain Muslim

Salut! Premier League Hentikan Laga Sejenak Demi Pemain Muslim
Salut! Premier League Hentikan Laga Sejenak Demi Pemain Muslim
0 Komentar

JABAR ESKPRES – Liga Inggris bersama English Football League (EFL) kembali menerapkan kebijakan jeda singkat di tengah pertandingan selama bulan Ramadan. Kebijakan ini bertujuan memberi kesempatan bagi pemain dan ofisial Muslim untuk berbuka puasa setelah matahari terbenam.

Ramadan yang merupakan bulan suci umat Islam di mana mereka berpuasa dari fajar hingga magrib, dimulai pekan ini dan berlangsung sekitar satu bulan. Di Inggris, waktu matahari terbenam selama periode tersebut berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat.

Karena itu, jeda kemungkinan besar hanya berlaku pada pertandingan yang digelar Sabtu pukul 17.30 dan Minggu pukul 16.30 waktu setempat, bertepatan dengan waktu berbuka.

Baca Juga:Galatasaray Pesta 5-2 atas 10 Pemain Juventus, Bianconeri Wajib Menang 4 Gol di TurinSpesial Tahun Baru Imlek! DANA Kaget Xuper Angpao Selasa Ini, Klaim Saldo Gratis Rp50.000

Pihak Premier League menjelaskan bahwa pertandingan tidak akan dihentikan secara mendadak saat bola masih aktif dimainkan. Jeda akan diberikan pada momen yang dinilai tepat, seperti saat bola keluar lapangan, tendangan gawang, lemparan ke dalam, atau tendangan bebas. Pada saat itulah pemain dan ofisial Muslim dapat minum atau mengonsumsi gel energi secukupnya.

Kebijakan ini sebenarnya sudah diberlakukan sejak April 2021. Salah satu momen yang paling diingat terjadi saat laga Leicester City melawan Crystal Palace, ketika pertandingan dihentikan sejenak pada situasi tendangan gawang agar pemain Muslim bisa berbuka puasa.

Saat itu, Wesley Fofana dan Cheikhou Kouyate langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk minum dan mengisi energi setelah matahari terbenam.

Sebelum pertandingan berlangsung, klub dan perangkat pertandingan juga akan berdiskusi lebih dulu untuk menentukan apakah jeda diperlukan serta kapan waktu paling tepat untuk melaksanakannya. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap ibadah dan kelancaran pertandingan.

“Kami ingin para pemain dapat tampil maksimal tanpa harus mengorbankan keyakinan mereka. Jeda ini dirancang agar tetap singkat, praktis, dan menghormati semua pihak,” demikian pernyataan resmi Premier League.

Sejumlah pemain Muslim ternama di Liga Inggris seperti Mohamed Salah, William Saliba, Rayan Ait-Nouri, dan Amad Diallo dipastikan akan merasakan manfaat dari kebijakan ini selama Ramadan.

Dilansir dari Muslim Council of Hong Kong, berikut ini adalah nama-nama pemain mulsim di Liga Inggis:

0 Komentar