Hentikan Pungli! Disparekraf Kabupaten Bandung Tekankan Pentingnya Hospitality di Kawasan Wisata

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan saat ditemui
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan saat ditemui di Kantornya, Rabu (18/2/2026). Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung menegaskan praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata harus dihentikan.

Penegasan itu disampaikan menyusul viralnya dugaan pemalakan terhadap wisatawan yang berujung pada penindakan aparat kepolisian.

Kepala Disparekraf Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan, mengatakan pihaknya tidak ingin persoalan pungli hanya ditangani dengan pendekatan reaktif.

Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!

“Sebetulnya kita tidak bicara antisipasi. Kalau antisipasi itu kesannya kita semacam pemadam kebakaran. Kita ingin lebih menyadarkan masyarakat,” ujar Wawan saat ditemui di kantornya, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, wisatawan datang ke Kabupaten Bandung, khususnya ke destinasi wisata alam, untuk menikmati keindahan dan kesejukan udara. Kehadiran mereka membawa potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal.

“Orang yang datang ke daerah kita itu ingin menikmati keindahan alam, ingin menikmati udara yang sejuk. Dan keuntungan bagi masyarakat, mereka bisa memanfaatkan uang yang dia bawa untuk belanja di daerah kita,” katanya.

Ia menegaskan, pola pikir masyarakat terhadap wisatawan harus berubah. Jika masih ada praktik pemalakan atau pungli, maka Kabupaten Bandung akan sulit bersaing dengan destinasi lain di tingkat nasional bahkan mancanegara.

“Kalau dalam posisi mindset-nya masih seperti itu, saya yakin kita tidak bisa sejajar dengan destinasi wisata di wilayah Nusantara yang sudah terkenal mancanegara,” tegasnya.

Wawan menekankan bahwa sektor pariwisata pada dasarnya menjual kebahagiaan dan pengalaman menyenangkan. Karena itu, lokasi wisata harus memberikan rasa aman dan nyaman.

“Memang di lokasi wisata harus bebas pungli dari dulu juga. Karena kan kita jual kebahagiaan, jual kesenangan. Artinya kan dia tidak berpikir bahwa pada saat mereka tidak puas, mereka tidak akan datang lagi,” ucapnya.

Baca Juga:Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg KeduaStrategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden 

Ia mengingatkan, jika wisatawan kapok dan tidak kembali, maka dampaknya akan langsung terasa pada pelaku UMKM, pedagang, hingga sektor ekonomi kreatif.

“Tidak akan datang lagi, tidak ada kunjungan wisatawan. Tidak ada kunjungan wisatawan, tidak ada yang belanja, yang dagang tidak akan laku,” katanya.

0 Komentar