Amazon Girls’ Tech Day Kenalkan AI, Gaming dan Coding untuk para Siswa

Pemberian pelatihan para siswa untuk lebih mengenalkan Ai, Gaming dan Coding kembali digelar oleh Amazon bersa
Pemberian pelatihan para siswa untuk lebih mengenalkan Ai, Gaming dan Coding kembali digelar oleh Amazon bersama PJI dengan tema Amazon Girls’ Tech Day. 
0 Komentar

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, 57% bisnis di Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan digital, yang menunjukkan pentingnya persiapan talenta sejak usia sekolah.

Indonesia Regional Manager of Data Center Operations Amazon Web Services (AWS) Winu Adiarto, mengungkapkan, Amazon senantiasa berkomitmen membantu melatih talenta generasi masa depan.

Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI, dan kami mengadaptasi program tahun ini untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sembari memperluas cakupan ke siswi SD.

Baca Juga:Buka Puasa Mewah di Lembang Cuma 125 Ribu? Cek Promo Early Bird L’Eminence!Dugaan Korupsi Tunjangan Rumah Dinas DPRD Kabupaten Indramayu Berjalan Lambat

Tujuan kami adalah untuk memicu minat dan membangun rasa percaya diri dalam hal teknologi, sembari membangun rasa percaya diri sejak dini.

Melalui Amazon Girls’ Tech Day, kami ingin memastikan bahwa anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memahami, menciptakan, dan memimpin di era AI.”

Para peserta telah mengikuti rangkaian workshop yang sesuai dengan usia, mulai dari perkenalan AI dan coding dasar hingga pengembangan game dan robotik untuk pemula.

Pendekatan berbasis proyek ini mendorong para siswi untuk memahami konsep teknologi, sekaligus mengembangkan cara berpikir yang lebih luas dan menyelesaikan masalah dengan kreativitas dan kerja sama kolaboratif.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menekankan pentingnya intervensi sejak usia sekolah dasar untuk menjawab kesenjangan gender di sektor teknologi.

“Melalui kolaborasi dengan AWS di Amazon Girls’ Tech Day 2026, kami ingin menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini. Selama ini, bidang AI, gaming, dan teknologi canggih kerap dipersepsikan sebagai ranah laki-laki,’’ tuturnya.

Oleh Karena itu, kami ingin mematahkan stereotip tersebut dengan memberikan pengalaman nyata dan relevan bagi siswi dari SD hingga SMA.

Baca Juga:Eksekusi Lahan dan Bangunan di Jalan Asia Afrika Kota Bandung berlangsung KondusifH&M Official Store Hadirkan Koleksi Terbaru Melali Online dan Offline

‘’Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat, kepercayaan diri, dan aspirasi jangka panjang anak perempuan untuk berkarier di dunia teknologi,” ujarnya.

Cecilia Astrid Maharani, VP Data & AI di Mekari, mengatakan, “Saat ini kurang dari 5% perempuan menjadikan teknologi sebagai pilihan karier utama mereka.

Tidak ada batasan bagi perempuan untuk terlibat di dunia teknologi karena keberagaman perspektif sangat penting untuk inovasi yang bermakna, dan menjadi tanggung jawab kita untuk terus meningkatkan standar di industri ini.

0 Komentar