JABAR EKSPRES – Pameran seni rupa bertajuk Of The Unknown Creature menghadirkan karya dua perupa, Dzikra Afifah dan Henryette Louise, yang dikurasi oleh Heru Hikayat. Pameran ini berlangsung pada 27 Februari 2026 hingga 31 Januari 2026.
Dalam pengantar kuratorialnya, Heru Hikayat menyoroti pengalaman awalnya saat mengamati cara kerja kedua perupa ketika masih tinggal di Cileunyi, Bandung Timur.
“Maka, kesan pertama saya tentang cara kerja Dzikra dan Louise adalah: mereka bergelut dengan material, ruang, dan kesempatan,” ungkapnya.
Baca Juga:Pameran Riksa Wisesa Dibuka, Dedie Rachim Tegaskan Komitmen Pemkot Kembangkan Museum Pajajaran Resmikan Pameran Riksa Wisesa, Menbud Fadli Zon Dorong Museum Pajajaran Bogor Jadi Pusat Budaya Sunda
Heru mencatat, keterbatasan ruang tinggal yang juga berfungsi sebagai studio membuat Dzikra Afifah dan Henryette Louise harus berbagi ruang kerja secara bergantian. Perbedaan material yang digunakan keduanya, tanah liat dan gipsum, menjadi bagian dari dinamika tersebut.
Dzikra Afifah dikenal dengan ketertarikannya pada tanah liat yang berangkat dari latar belakangnya sebagai mahasiswa seni patung. “Ia langsung tahu bagaimana cara ‘memegang’ tanah liat,” ujarnya.
Dalam karya-karyanya, tubuh menjadi fokus utama, namun selalu hadir dalam kondisi terfragmentasi dan terpiuh. “Dzikra jelas punya kemampuan untuk menggambarkan tubuh dengan indah dan utuh, tapi dia tidak melakukannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Henryette Louise menunjukkan pendekatan berbeda melalui karya dwimatra dan tiga dimensi yang cenderung abstrak. Latar belakangnya di bidang tata artistik pertunjukan membentuk kecenderungannya pada aspek teknis.
Menurutnya, Louise senang dan pandai mengolah aspek teknis, dalam pengertian ‘techne’. Louise mengembangkan metode cetak grafis intaglio dengan medium gipsum, bukan kertas.
Dia membalik proses cetak konvensional dengan mengandalkan gravitasi. “Ide Louise adalah membalikkan proses transfer ini. Matriks yang berada di atas, gipsum di bawah. Transfer tinta mengandalkan gravitasi,” katanya.
Dalam proses penciptaan, kedua perupa sama-sama memberi ruang pada faktor di luar kendali mereka. Dzikra menyerahkan hasil akhir tanah liat pada proses pembakaran.
Baca Juga:Pemkab Bogor Bakal Gelar Pameran Peninggalan Nabi Muhammad SAW Selama Ramadan 2026!DAM Gelar Regional Public Launching All New Honda Vario 125 di Bandung, Hadirkan Pameran, hingga Kompetisi
“Ketika karya keluar dari tungku, dan hasilnya ada sejumlah ‘kejutan’, termasuk efek warna di luar perkiraan, dan retakan, bagi Dzikra, itu bukan kegagalan,” ucapnya.
