Bupati Herdiat Targetkan Ciamis Jadi Kabupaten Organik di Tahun 2026

Bupati Herdiat Targetkan Ciamis Jadi Kabupaten Organik di Tahun 2026
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat memanen padi organik di Demplot Jambansari, Kelurahan Ciamis, pada Senin (9/2/2026). (Istimewa/Prokopim Ciamis)
0 Komentar

Herdiat mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari petani, kelompok tani, pemerintah desa, hingga pihak swasta, untuk bersinergi mewujudkan impian besar ini.

Ia mengingatkan bahwa Ciamis dianugerahi tanah yang subur dan sumber air yang melimpah, modal dasar yang sangat berharga untuk menuju kemandirian pangan berbasis organik.

“Mari kita bersama-sama membangun Ciamis di sektor pertanian. Kita syukuri anugerah tanah subur dan air yang melimpah ini, dan kita optimalkan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Baca Juga:Ribuan Hektare Sawah di Ciamis Banjar dan Pangandaran Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal PanenMeski Gagal Panen, Stok Beras Kota Banjar dan Ciamis Limpah Ruah!

Di kesempatan yang sama, Ketua POMC, Abdul Majid, menceritakan latar belakang filosofis gerakan yang mereka usung. Awalnya, inisiatif ini digerakkan oleh para petani senior dan pensiunan yang ingin terus berkontribusi dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Motivasinya bersumber dari keprihatinan mendalam terhadap beban biaya produksi petani akibat mahalnya pupuk kimia, yang kerap tidak sebanding dengan harga jual hasil panen.

“Kami memulai pertanian organik ini dari keinginan untuk membantu petani dan masyarakat. Banyak keluhan soal pupuk yang mahal, sementara hasil panen dijual dengan harga murah,” ungkap Abdul Majid.

Melalui pendekatan organik, mereka membuktikan bahwa biaya produksi dapat ditekan secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas dan kuantitas panen, sehingga margin keuntungan petani menjadi lebih baik. (CEP)

0 Komentar