JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana, Kota Cimahi memiliki setidaknya 10 jenis ancaman yang harus diantisipasi, mulai dari banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, hingga potensi gempa akibat Sesar Lembang.
Kepala Pelaksana BPBD Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan curah hujan yang tinggi saat ini berdampak luas, tidak hanya di satu wilayah, tetapi hampir mencakup separuh Pulau Jawa, termasuk Cimahi.
“BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu siaga terhadap potensi banjir genangan, limpasan, maupun longsor sporadis,” ujar Andy, sapaan akrab Fithriandy, Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga:Harga Cabai Melambung Tinggi, Ibu Rumah Tangga di Bandung Timur Dipaksa Berhemat Makin 'Pedas'! Harga Cabai di Pasar Ujung Berung Bandung Jadi Rp90 Ribu per Kilogram
Saat ini, BPBD Cimahi menetapkan status Siaga Daerah Geohidrometeorologi, meningkatkan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Andy menegaskan, hampir di semua 15 kelurahan di Cimahi terdapat titik rawan bencana hidrometeorologi.
“Banjir dan longsor bisa terjadi di berbagai lokasi. Sebagai contoh, banjir beberapa waktu lalu di Kelurahan Utama berdampak pada 130 kepala keluarga,” kata Andy. Ia menambahkan, fenomena cuaca ekstrem dengan curah hujan lebih tinggi dari biasanya menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana.
BPBD juga mencatat puncak musim hujan tahun ini diprediksi terjadi pada Maret, berbeda dari pola tahun sebelumnya. Untuk itu, pihaknya mendorong strategi pengurangan kerentanan dan peningkatan ketangguhan masyarakat, termasuk pemasangan delapan titik Early Warning System (EWS) untuk pemantauan muka air.
Selain kesiapan internal, edukasi kebencanaan juga menjadi fokus. Masyarakat dibekali pemahaman jalur evakuasi, titik kumpul, dan langkah-langkah aman saat terjadi bencana, baik banjir maupun gempa.
“Kesiapan masyarakat menjadi kunci utama. Semakin siap masyarakat, semakin kecil dampak dan tingkat keparahan bencana,” pungkas Andy.
