Lubang di Aceh Seluas 3 Hektare Ternyata Bukan Sinkhole Tapi Fenomena Lain

Lubang di Aceh Seluas 3 Hektare Ternyata Bukan Sinkhole Tapi Fenomena Lain
Lubang di Aceh Seluas 3 Hektare Ternyata Bukan Sinkhole Tapi Fenomena Lain
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena lubang di Aceh Tengah yang terus melebar dan mengundang kekhawatiran warga akhirnya mendapat penjelasan ilmiah.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menegaskan bahwa lubang raksasa yang muncul di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, bukanlah sinkhole sebagaimana dugaan yang beredar luas di masyarakat.

Lubang tersebut diketahui telah berkembang hingga lebih dari 30.000 meter persegi atau sekitar 3 hektare, dan kini mulai mengancam permukiman warga serta infrastruktur vital di sekitarnya.

Baca Juga:Kode Redeem FF Terbaru Februari 2026 Rilis, Ada Hadiah Kolaborasi Jujutsu KaisenDJP Bongkar Dugaan Pelanggaran Pajak Tiga Wajib Pajak Industri Baja di Tangerang

Salah satu dampak seriusnya adalah pemindahan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PT PLN (Persero) yang berada terlalu dekat dengan bibir lubang.

Pemindahan tower tersebut sempat menyebabkan gangguan pasokan listrik di wilayah Aceh Tengah hingga Kabupaten Bener Meriah, sehingga memicu perhatian publik terhadap fenomena alam yang dianggap tak biasa ini.

Dipantau Sejak 2011, Luasan Terus Bertambah

Dinas ESDM Aceh mengungkapkan bahwa pergerakan tanah di kawasan Pondok Balik sebenarnya telah terpantau sejak tahun 2011.

Hasil kajian resmi bahkan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui surat tertanggal 27 Januari 2026 .

Berdasarkan data pemantauan, pada 30 Mei 2022, luas area terdampak tercatat sekitar 28.000 meter persegi.

Namun seiring waktu, luasan tersebut terus bertambah hingga mencapai 30.172 meter persegi, bahkan telah menyentuh badan jalan utama dan terus bergerak ke arah tenggara.

Lubang di Aceh Bukan Sinkhole, Melainkan Fenomena

Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Aceh, Ikhlas, menjelaskan bahwa lubang di Aceh Tengah tersebut secara teknis merupakan fenomena piping erosion, bukan sinkhole.

Baca Juga:Perkuat Literasi AUTP, Jasindo Dorong Petani Jabar Lebih Tangguh Hadapi Risiko Gagal PanenPBI JK BPJS Kesehatan Tidak Aktif Mendadak? Ini Penyebab dan Cara Mengaktifkannya Lagi

“Longsoran yang terjadi di Ketol merupakan fenomena erosi bawah permukaan atau piping erosion, yang disebabkan oleh aliran air tanah dan air permukaan, diperparah oleh kondisi tebing yang curam, serta dapat dipicu oleh hujan lebat maupun aktivitas gempa bumi,” ujar Ikhlas dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Ia menegaskan bahwa sinkhole umumnya terjadi di wilayah dengan batuan gamping atau batuan karbonat, yang mudah larut oleh aliran air tanah.

Proses pelarutan ini membentuk rongga di bawah permukaan tanah, sehingga tanah di atasnya rawan ambles secara tiba-tiba.

0 Komentar