Hasil Perundingan Nuklir AS–Iran Dinilai Sulit Diprediksi

Hasil Perundingan Nuklir AS–Iran Dinilai Sulit Diprediksi
Ilustrasi pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. (SUMBER FOTO: ANTARA/Anadolu/py.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hasil perundingan nuklir yang akan digelar antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai belum dapat dipastikan. Seorang sumber Iran mengatakan kepada RIA Novosti, Jumat, bahwa kompleksitas situasi serta sikap Amerika Serikat membuat arah dan hasil dialog tersebut sulit ditebak.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa kerumitan kondisi geopolitik, ditambah dengan langkah-langkah yang diambil Washington, menjadi faktor utama yang menghambat prediksi hasil pembicaraan nuklir antara kedua negara.

Ia menekankan bahwa minimnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat masih menjadi tantangan terbesar dalam proses perundingan. Ketidakpercayaan itu, menurutnya, semakin menguat setelah adanya tindakan militer agresif yang dilakukan AS bersama Israel terhadap Iran dalam pembicaraan sebelumnya yang berlangsung di Muscat.

Baca Juga:Harga Perak Antam Hari Ini Jumat 6 Februari 2026 Turun Tajam, Anjlok Rp11.000 per GramIntip 6 Hp Xiaomi dengan Kamera Leica Mulai dari Harga Terjangkau hingga Flagship

“Kurangnya kepercayaan terhadap pihak AS adalah tantangan utama (perundingan), khususnya setelah langkah militer agresif yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran dalam pembicaraan sebelumnya di Muscat,” tulis sumber tersebut.

Langkah-langkah tersebut dinilai telah memperlebar jurang ketidakpercayaan dan mendorong Iran untuk bersikap jauh lebih berhati-hati dalam menghadapi dialog lanjutan.

Sesuai agenda, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertemu di Oman pada Jumat untuk membahas isu nuklir yang telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.

Sebelumnya, pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak menuju Iran. Ia juga menyampaikan harapannya agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan dan menyepakati kesepakatan yang dinilainya adil serta setara, termasuk komitmen Iran untuk sepenuhnya meninggalkan senjata nuklir.

Trump turut mengeluarkan peringatan keras dengan mengatakan bahwa apabila tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran, maka potensi serangan AS di masa mendatang akan jauh lebih besar dan lebih serius dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.*

0 Komentar