BRT Bandung Raya: Solusi Tekan Kendaraan Pribadi atau Justru Tambah Beban Jalan?

Ilustrasi BRT yang bakal segera hadir di Kota Bandung. (Jabarekspres)
Ilustrasi BRT yang bakal segera hadir di Kota Bandung. (Jabarekspres)
0 Komentar

“Kalau masyarakat masih merasa lebih mudah dan murah pakai motor atau mobil, maka BRT hanya akan jadi moda tambahan, bukan pengganti. Dalam kondisi itu, risiko menambah beban lalu lintas justru cukup besar,” ujarnya.

Billy juga menekankan pentingnya sosialisasi dan perubahan budaya transportasi masyarakat. Tanpa edukasi yang masif, publik sulit diyakinkan untuk beralih ke transportasi massal.

Secara konsep, BRT menjanjikan angkutan massal yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan terjadwal. Jika berjalan optimal, sistem ini berpeluang mengurangi jumlah kendaraan pribadi, menekan emisi, serta meningkatkan kualitas mobilitas perkotaan.

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

Namun tantangannya tidak kecil. Kesiapan infrastruktur, manajemen lalu lintas, serta integrasi dengan transportasi eksisting menjadi faktor penentu. Tanpa perencanaan matang, BRT berpotensi menimbulkan kemacetan baru di titik-titik tertentu. (Dam)

0 Komentar