Cegah Risiko Kesehatan, Tim SAR Longsor Pasirlangu Diberi Vaksin dan Vitamin

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Petugas SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendapatkan vaksinasi dan asupan vitamin guna menjaga kondisi kesehatan selama operasi pencarian.

Pemberian vaksin dan vitamin tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko paparan virus dan bakteri, terutama dari jenazah korban yang mulai mengalami proses pembusukan seiring memasuki hari kelima operasi pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan langkah ini didukung oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat sebagai upaya perlindungan bagi petugas yang bekerja di lapangan dengan tingkat risiko tinggi.

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

“Tim SAR gabungan mendapatkan dukungan dari Kemenkes dan Dinkes berupa vitamin serta vaksin. Ini sangat penting untuk menjaga kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh para petugas selama bertugas,” ujar Ade, Rabu (28/1/2026) petang.

Selain vaksinasi dan pemberian vitamin, tim medis juga disiagakan di setiap titik pencarian untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan atau kondisi darurat yang dialami petugas selama proses evakuasi korban.

“Di lapangan terdapat berbagai potensi risiko, sehingga Dinas Kesehatan menurunkan tim dokter di setiap site pencarian agar penanganan medis bisa dilakukan secara cepat apabila terjadi sesuatu,” kata Ade.

Ade menambahkan, operasi pencarian dan pertolongan direncanakan berlangsung selama 14 hari sesuai permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat. Namun demikian, evaluasi akan dilakukan pada hari ketujuh, Jumat (30/1/2026), guna menentukan kelanjutan operasi.

“Pada hari ketujuh akan kami lakukan evaluasi. Jika seluruh korban sudah ditemukan sebelum itu, operasi SAR dapat dihentikan,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar