Adapun Sekolah Rakyat di Kota Bogor ini direncanakan berkonsep boarding school atau sekolah berasrama dengan daya tampung sekitar 1.000 hingga 1.080 siswa.
Pada prinsipnya, lanjut Robby, sekolah ini akan diprioritaskan untuk anak-anak asal Kota Bogor, meski pada tahap awal juga memungkinkan menerima siswa dari daerah lain yang masih bersifat rintisan.
“Secara prinsip memang untuk anak-anak Kota Bogor. Tapi di tahun pertama atau kedua, bisa juga menampung sementara dari daerah lain yang pembangunan sekolah rakyatnya belum selesai. Total bisa menampung sampai sekitar 1.080 siwa,” kata Robben.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Terkait fasilitas, Sekolah Rakyat di Kota Bogor akan dilengkapi asrama siswa, ruang kelas, laboratorium, tempat ibadah, lapangan, gedung serbaguna, hingga asrama guru dan tenaga kependidikan. Seluruh aktivitas siswa dirancang berlangsung selama 24 jam di lingkungan sekolah.
Selain pendidikan karakter, Sekolah Rakyat juga nantinya akan menekankan keterampilan bersertifikasi, termasuk peluang pengembangan fasilitas keterampilan pertanian sesuai konsep yang diusung Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
“Karena ini boarding, semua kegiatan kehidupan siswa tertampung di sekolah jadi tidak pulang setiap hari. Konsep sekolah ini dari Pak Presiden itu kan selain karakter, juga keterampilan. Keterampilan yang diberikan nanti bukan asal, tapi bersertifikasi,” tuturnya. (kar)
