JABAR EKSPRES – Misteri kepulan asap yang sempat menghebohkan kawasan tambang emas PT Antam Tbk di Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, perlahan menemui titik terang.
Di balik kepulan asap tersebut, tim gabungan justru menemukan tragedi kemanusiaan.
Tiga orang penambang ilegal dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di lubang tambang nonoperasional milik perusahaan.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
PT Antam Tbk memastikan, ketiga korban bukan bagian dari karyawan maupun mitra kerja perusahaan.
Mereka merupakan penambang emas tanpa izin (PETI) yang beraktivitas secara ilegal di area yang seharusnya steril dari kegiatan pertambangan.
Seluruh korban diketahui berasal dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, mengatakan proses evakuasi berhasil dilakukan setelah tim gabungan menembus medan ekstrem di bawah tanah.
“Tim gabungan telah mengevakuasi tiga korban jiwa. Mereka terjebak di area nonoperasional Antam yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujar CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, Senin (19/1).
Ketiga korban masing-masing bernama Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lubang tambang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari permukaan.
Agustinus menjelaskan, upaya penyelamatan berlangsung penuh risiko. Medan yang sempit, curam, serta kondisi udara beracun membuat proses evakuasi berjalan lambat dan membutuhkan kehati-hatian tinggi.
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
“Lokasinya sangat berbahaya. Bahkan dalam proses evakuasi, salah satu anggota tim sempat tertimpa runtuhan batu dan mengalami cedera di bagian bahu,” ungkapnya.
Selain kondisi geografis yang ekstrem, tim penyelamat juga harus melewati tembok pengaman yang sebelumnya dibangun PT Antam sebagai penghalang aktivitas tambang ilegal.
Kendati demikian, evakuasi tetap dilakukan secara maksimal demi kemanusiaan.
Hingga kini, perusahaan belum dapat memastikan apakah masih terdapat korban lain di dalam lubang tambang tersebut.
Pendalaman masih terus dilakukan bersama aparat keamanan dan instansi terkait.
“Kami baru menemukan tiga korban. Informasi mengenai kemungkinan korban lain masih kami dalami bersama pihak berwenang,” jelasnya.
