Onic Hadapi Evil Demi Peluang Lolos Knockout M7 World Championship

Onic Hadapi Evil Demi Peluang Lolos Knockout M7 World Championship
Tim Onic. (SUMBER FOTO: youtube.com/MPL Indonesia via ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tim asal Indonesia, Onic Esports, akan menjalani laga krusial melawan wakil Singapura, Evil, guna menjaga peluang melaju ke babak knockout ajang Mobile Legends: Bang-Bang M7 World Championship. Pertandingan tersebut menjadi penentu nasib Onic setelah hasil kurang maksimal di fase sebelumnya.

Berdasarkan informasi dari akun resmi MLBB, duel Onic kontra Evil akan digelar pada babak Swiss Stage 4 dengan format best of three. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Januari 2026, di mana kedua tim harus meraih dua kemenangan untuk mengamankan hasil pertandingan.

Onic yang menurunkan komposisi pemain Lutpiii, Kairi, Sanz, Kiboy, dan Skylar sebelumnya harus mengakui keunggulan Team Spirit dari Eropa Timur pada Swiss Stage 3, Selasa (13/1). Kekalahan tersebut semakin menekan posisi Onic dalam perburuan tiket ke fase gugur.

Baca Juga:Carlos Adames Siap Pertahankan Gelar WBC Kelas Menengah Hadapi Austin WilliamsKongres AS Usulkan RUU Aneksasi Greenland Demi Kepentingan Strategis

Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua bagi tim berjuluk Landak Kuning di fase Swiss. Sebelumnya, Onic juga tumbang saat menghadapi perwakilan Myanmar, Yangon Galacticos, pada Swiss Stage 2 yang berlangsung Minggu (11/1).

Usai pertandingan melawan Team Spirit, Sanz mengungkapkan bahwa performa tim belum sesuai harapan. Ia menilai permainan Onic terlihat kurang rapi jika dibandingkan dengan performa saat menjalani sesi latihan atau scrim.

Menurut Sanz, secara persiapan tim sebenarnya sudah berada dalam kondisi cukup ideal. Namun, ketika tampil di pertandingan resmi, Onic justru gagal menunjukkan gaya bermain yang biasa mereka peragakan saat latihan.

Ia mengakui adanya perbedaan signifikan antara performa di turnamen dan saat scrim, yang membuat permainan tim terlihat tidak stabil. Hingga kini, penyebab utama penurunan performa tersebut masih menjadi tanda tanya bagi tim.

“Persiapan kami sudah lumayan bagus. Namun di turnamen kami tidak bermain seperti biasa. Cara kami bermain di turnamen berbeda dengan di scrim (latih tanding-red). Kami belum tahu kenapa tiba-tiba cara bermain kami kacau di turnamen,” ujar Sanz.

Menanggapi kritik yang datang setelah rentetan hasil negatif, Skylar menyatakan bahwa tim memilih menjadikan situasi tersebut sebagai pemicu semangat untuk bangkit. Ia juga meminta para pendukung setia Onic, Sonic, agar tetap memberikan dukungan.

0 Komentar