JABAR EKSPRES – Memiliki anak cerdas tentu impian semua orang tua, kecerdasan anak tidak selalu bergantung dari gen orang tuanya, namun juga bisa diasah dengan stimulasi sejak dini.
Untuk memberikan stimulasi pada motorik halus anak di usia todler antara 2 sampai 5 tahun, tidak selalu harus membawa anak ke pusat pendidikan, namun juga bisa dilakukan di rumah oleh orang tuanya sendiri.
Menurut dokter spesialis anak dari RS Siloam dan Primaya Hospital dr Citra Amelinda, stimulasi motorik halus sangat penting bagi anak, karena bisa menjadi salah satu indikator perkembangan kecerdasan anak di usia balita selain kemampuan bahasa.
Baca Juga:DEFEND ID Siapkan Strategi Operasional 2026, ย Guna Perkuat Daya Saing Industri PertahananJawaban CEO SNAI Kudus Setelah Digeruduk Ratusan Nasabahnya, Mengaku Hilang Rp4,7 Miliar karena Hacker
Motorik halus (fine motor) adalah kemampuan menggerakkan otot-otot kecil yang membutuhkan koordinasi, ketelitian, dan kontrol yang baik, terutama pada tangan dan jari.
Dalam salah satu tulisannya, dr Citra juga menyebut, seiring bertambahnya usia, kemampuan motorik halus anak akan semakin matang. Tulisannya menjadi lebih rapi, gambar semakin detail, dan gerakan tangan tidak lagi tergesa-gesa atau “grasa-grusu”.
Karena itu, stimulasi motorik halus perlu dilatih secara rutin melalui aktivitas bermain yang menyenangkan.
Menurutnya, k๐๐ญ๐๐ซ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ฅ๐๐ง ๐ฆ๐จ๐ญ๐จ๐ซ๐ข๐ค ๐ก๐๐ฅ๐ฎ๐ฌ ๐ฆ๐๐ง๐๐๐ค๐ฎ๐ฉ ๐ญ๐ข๐ ๐ ๐๐ซ๐๐ ๐ฎ๐ญ๐๐ฆ๐:
๐. ๐๐ค๐๐๐๐ฆ๐ข๐ค ๐๐ฐ๐๐ฅ- Melatih kemampuan memegang alat tulis melalui mencoret, menggambar, mewarnai, dan menulis- Menggunakan gunting khusus anak secara aman
๐. ๐๐๐ซ๐ฆ๐๐ข๐ง ๐ค๐จ๐ง๐ฌ๐ญ๐ซ๐ฎ๐ค๐ฌ๐ข- Bermain lego, kereta mainan, balok, dan puzzle- Melatih koordinasi mata dan tangan serta kemampuan memecahkan masalah
๐. ๐๐๐ซ๐๐ฐ๐๐ญ๐๐ง ๐๐ข๐ซ๐ข (๐ฌ๐๐ฅ๐-๐๐๐ซ๐)- Makan mandiri- Berpakaian (kancing, resleting)- Menyisir rambut dan menggosok gigi- Belajar ke toilet secara bertahap
Berikut ๐๐๐ ๐๐ญ๐ข๐ฆ๐ฎ๐ฅ๐๐ฌ๐ข ๐๐จ๐ญ๐จ๐ซ๐ข๐ค ๐๐๐ฅ๐ฎ๐ฌ ๐๐ง๐๐ค ๐๐ฌ๐ข๐ ๐–๐ ๐๐๐ก๐ฎ๐ง ๐๐ข ๐๐ฎ๐ฆ๐๐ก
1. Copot–tempel stiker berbagai ukuran2. Memasukkan koin ke dalam celengan3. Merobek kertas bekas menjadi potongan kecil4. Melatih memasukkan kancing baju secara mandiri5. Meronce manik-manik besar dengan tali6. Menuangkan pasir atau beras dan membentuk menara7. Memilah manik-manik dan koin ke wadah terpisah8. Mengoleskan lem dan menempel sesuai pola sederhana9. Bermain bola (melempar dan menangkap) untuk melatih koordinasi tangan10. Menekan botol semprot berisi air11. Meniup gelembung sabun dan memecahkannya12. Memindahkan bola warna menggunakan jepitan13. Melipat origami sederhana14. Membentuk makanan (misalnya pizza) dari playdough15. Melatih kekuatan genggaman dengan bergelantungan di monkey bar sesuai kemampuan anak
