“Tahap pertama yang kami ketahui bersumber dari Baznas Provinsi. Untuk tahap selanjutnya, informasinya akan dialokasikan melalui APBD Pemprov Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, progres pembongkaran bangunan di kawasan Situ Ciburuy telah mencapai sekitar 95 persen. Namun sejumlah fasilitas umum seperti masjid, madrasah, dan kemungkinan sekolah belum dibongkar karena masuk kategori pengecualian.
Firmansyah menilai, pemerintah perlu segera memberikan kejelasan tindak lanjut pascapembongkaran agar kawasan yang telah ditata tidak kembali menimbulkan persoalan baru.
Baca Juga:Alih-alih Menata, Proyek Normalisasi Situ Ciburuy Malah Mandek di Tengah Jalan!Warga Ciburuy Keluhkan Rumah Retak Imbas Aktivitas Ekskavator
“Jangan sampai janji sudah disampaikan, bangunan sudah dibongkar, tapi tindak lanjutnya tidak jelas. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Bagi warga, persoalan ini bukan semata soal penataan lingkungan, melainkan juga menyangkut masa depan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka. Sejumlah bangunan yang dibongkar merupakan rumah tinggal keluarga, sementara lainnya berupa kios, lapak pedagang, dan warung kecil yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan ekonomi warga.
Adang (56), salah seorang pedagang di kawasan Situ Ciburuy, mengaku hingga kini belum menerima dana kadeudeuh. Ia menyebut para pedagang hidup dalam dua perasaan yang saling bertolak belakang.
“Kami resah karena harus meninggalkan rumah dan usaha yang sudah lama berdiri, tapi di sisi lain juga berharap situ ini ke depan bisa lebih tertata dan produktif,” katanya.
Menurut Adang, belum cairnya dana kadeudeuh membuat para pedagang kesulitan untuk kembali berusaha.
“Bukan hanya saya, pedagang lain juga tidak bisa berjualan karena tidak ada modal,” ujarnya.
Ia pun berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merealisasikan janji yang telah disampaikan kepada warga terdampak.
Baca Juga:Ekskavator Normalisasi Situ Ciburuy Ambles ke Lumpur, Warga Khawatir Tanah LongsorSekda Jabar Pastikan 42 Bangunan yang Terdampak Normalisasi Situ Ciburuy Dapatkan Kompensasi
“Kami meminta kepada Bapak Gubernur Jawa Barat agar segera merealisasikan apa yang sudah dijanjikan kepada kami, warga Situ Ciburuy,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pembongkaran bangunan di kawasan Situ Ciburuy dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat pada September 2025 lalu. Langkah tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi yang digagas DSDA Jawa Barat bersama UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi maupun Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman juga secara terpisah sempat meninjau langsung kawasan tersebut dan secara terbuka menjanjikan pemberian dana stimulan atau kadeudeuh bagi warga terdampak pembongkaran. (Wit)
