JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung resmi menerbitkan panduan penanganan dan pencegahan terkait paparan Super Flu Subclade K, varian baru dari virus Influenza A H3N2.
Langkah ini diambil menyusul laporan penyebaran virus tersebut di sedikitnya delapan provinsi di Indonesia, dengan karakteristik gejala yang dinilai lebih berat dan muncul secara tiba-tiba dibandingkan influenza musiman.
Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, menjelaskan bahwa secara klinis, Super Flu Subclade K memang memiliki kemiripan dengan flu pada umumnya. Namun, perbedaannya terletak pada intensitas keluhan yang dirasakan pasien.
Baca Juga:Soal Kasus Super Flu, Dinkes Kabupaten Bogor Masih Tunggu Data dari Provinsi Jawa BaratSuper Flu Terdeteksi, Dinkes KBB Perketat Pengawasan
“Gejalanya bisa muncul mendadak dengan demam tinggi, nyeri otot yang cukup ekstrem, kelelahan berat, hingga batuk hebat. Keluhannya lebih intens dibandingkan flu musiman,” ujar Sony dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Sony menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi kesehatan masyarakat, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan pola penyebaran dan karakter virus tersebut.
Seiring dengan meningkatnya laporan kasus di sejumlah daerah, kekhawatiran masyarakat juga terpantau meningkat, terutama di kalangan lanjut usia.
Kelompok lansia dinilai menjadi salah satu kelompok paling rentan karena berisiko mengalami gejala lebih berat hingga komplikasi serius apabila terinfeksi.
Oleh karena itu, Dinkes Kota Bandung bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti gangguan pernapasan, penyakit jantung, atau diabetes.
Menurut Sony, Super Flu Subclade K berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Deteksi dini, kesadaran terhadap gejala awal, serta penanganan medis yang sesuai menjadi kunci untuk menekan risiko kondisi yang lebih parah.
“Kewaspadaan sejak dini sangat penting agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, terutama pada kelompok rentan,” tegasnya.
Baca Juga:Wabah Hantavirus Mengintai, Dinkes Ciamis Tingkatkan KewaspadaanWarga Bandung Barat Kena Virus Mematikan Setelah Digigit Tikus, Ini Gejalanya
Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat yang muncul secara mendadak. (Dam)
