Sementara, pengembangan rumah potong hewan (RPH) modern dan pengalengan ikan memerlukan investasi Rp15-50 miliar.
Ia mengatakan, masuknya investasi penting supaya kawasan transmigrasi tidak menjadi wilayah yang menghasilkan komoditas dengan nilai tambah rendah, namun bisa bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru dengan fasilitas produksi yang terintegrasi.
Meskipun begitu, ia mengingatkan perlu adanya aturan dan pengawasan yang ketat agar investasi dan pengembangan ekonomi yang dilakukan tidak menjadi eksploitasi dan menimbulkan masalah lingkungan ke depannya.
Baca Juga:Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata Gencarkan Program Mudik Gratis Selama Nataru, Menhub: Perjalanan agar Lebih Aman
“Hal-hal (potensi ekonomi) yang seperti ini yang kami cari untuk diberdayakan. Tapi, pada prinsipnya, kami juga ingin keberlanjutan. Jangan sampai nanti ada eksplorasi malah nanti merusak lingkungan,” ujarnya.
