Ngatiyana: Kenaikan Harga Bahan Pokok di Cimahi Masih Terkendali, Beras Tetap Stabil Jelang Nataru

Ngatiyana: Kenaikan Harga Masih Terkendali, Beras Tetap Stabil Jelang Nataru
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat monitoring Pasar Tradisional jelang Nataru. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Kita sudah berupaya melalui operasi pasar. Dispangtan dan Disdagkoperin saat ini juga gencar memberikan bantuan beras, baik melalui program SiBESTI maupun bantuan beras untuk masyarakat di setiap kelurahan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, setiap kelurahan mendapatkan alokasi bantuan untuk sekitar 150 warga yang membutuhkan. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, Pemkot Cimahi telah menyalurkan puluhan ton beras untuk membantu masyarakat.

“Dispangtan kemarin sudah menurunkan beberapa puluh ton beras untuk warga Kota Cimahi. Termasuk koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, beras dijual murah di bawah harga pasar,” katanya.

Baca Juga:Jelang Nataru, Kepala Bapanas Fokus Buru Produsen Pelanggar HET MinyaKitaJelang Nataru, Pemkot Bogor Pastikan Pangan Aman dan Harga Terkendali

Menurut Ngatiyana, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya menjelang momen Nataru yang kerap diikuti lonjakan kebutuhan.

“Ini salah satu upaya Pemerintah Kota Cimahi bagaimana membantu ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Terkait penyebab kenaikan harga pada sejumlah komoditas, Ngatiyana menjelaskan bahwa faktor utama berasal dari berkurangnya pasokan, terutama pada cabai rawit hijau dan ayam.

“Pasokan memang berkurang, terutama untuk cabai hijau. Kalau yang lain pasokannya tercukupi semua dan tidak ada kenaikan yang signifikan,” pungkasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa secara umum kondisi harga pangan di Kota Cimahi masih relatif aman dan terkendali. Bahkan, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.

“Justru cabai-cabai yang lain turun sampai 50 persen, termasuk bawang merah juga turun. Hanya bawang putih saja yang naik sekitar Rp2 ribu,” tutup Ngatiyana. (Mong)

0 Komentar