Pemkot Bandung Fokus Benahi Drainase dan Kaji Sistem Pengendalian Banjir ala Belanda

Foto Ilustrasi Banjir Kota Bandung. (Sadam Husen/JE)
Foto Ilustrasi Banjir Kota Bandung. (Sadam Husen/JE)
0 Komentar

“Jadi nanti konsepnya air yang telah mengalir ke bawah itu didorong lagi ke atas, sama seperti di Belanda menggunakan kincir angin. Tapi sekarang itu masih kajian,” jelasnya.

Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa penerapan teknologi tersebut tidak bisa serta-merta disalin begitu saja. Pemerintah Kota Bandung perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi topografi Bandung yang berbeda dengan Belanda, kesiapan teknologi, biaya pembangunan, hingga dampak lingkungan.

“Semoga memungkinkan untuk diterapkan. Tapi tentu semua harus dikaji secara matang, tidak hanya secara teknis, tapi juga dari sisi lingkungan dan keberlanjutan,” tambahnya.

Baca Juga:Tingkatkan Keterampilan Warga Usia Produktif, Pelatihan Menjahit Garmen Digelar di PamulihanDorong Hilirisasi Gas Bumi, PGN Tingkatkan Pemanfaatan Jadi Produk Bernilai Tinggi

Pemkot Bandung memastikan kajian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, ahli hidrologi, dan perencana tata kota. Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan jangka menengah dan panjang dalam pengendalian banjir di Kota Bandung.

Farhan menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan satu solusi. Selain infrastruktur, diperlukan pula peran aktif masyarakat dalam menjaga saluran air agar tidak tersumbat, serta penguatan pengawasan di kawasan hulu untuk mencegah kerusakan lingkungan yang memperparah risiko banjir. (Dam)

Laman:

1 2
0 Komentar