JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan kesiapan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dengan pendekatan waste to energy (WTE) sebagai upaya menjawab persoalan sampah perkotaan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, Kota Bogor dinilai paling siap dibandingkan daerah lain karena didukung kepemilikan lahan, infrastruktur pendukung, serta studi kelayakan yang telah dimiliki.
Saat ini, setidaknya terdapat dua lokasi milik Pemkot Bogor yang dinilai siap digunakan. Kedua lokasi tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung sehingga tingkat kesiapan proyek disebut cukup maju.
Baca Juga:TPAS Galuga Disiapkan Jadi PSEL 2027, Pemkot dan Pemkab Bogor Matangkan Kerja Sama Kritik Program PSEL, Walhi Sebut Bukan Solusi Pemulihan Sumber Daya Berkelanjutan
“Alhamdulillah, teman-teman dari Danantara untuk proyek WTE wilayah Bogor Raya sudah hadir di Balai Kota Bogor untuk memastikan kesiapan Kota Bogor dalam melaksanakan proyek WTE yang diinisiasi melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025,” ujar Dedie Rachim di Balai Kota Bogor, dikutip Jumat (19/12/2025).
Salah satu lokasi yang dinilai strategis untuk pembangunan PSEL berada di kawasan Kayu Manis. Dedie menyebut lokasi tersebut berpotensi menjadi proyek percontohan pengolahan sampah menjadi energi atau WTE terbaik di Indonesia apabila dapat direalisasikan. Selain akses yang mudah, analisis dampak lalu lintas dinilai lebih terkendali, serta kesiapan lahan relatif lengkap.
Dedie juga menyebut, selain kesiapan lahan, dukungan infrastruktur seperti ketersediaan sumber air dan jaringan PLN juga relatif memadai karena lokasinya berdekatan. Kota Bogor, menurutnya, juga telah memiliki feasibility study serta sejumlah persiapan pendukung lainnya.
Meski demikian, Dedie mengakui tantangan yang masih perlu diperkuat adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dengan teknologi baru yang berbeda dari sistem konvensional sebelumnya.
Sementara itu, Perwakilan Tim Waste to Energy (WTE) Danantara, Fadli Rahman, menilai Kota Bogor menjadi daerah dengan minat dan kesiapan paling menonjol dibandingkan wilayah lainnya.
“Terkait penanganan sampah, kami siap mendukung Bogor dalam memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya Kota Bogor,” kata Fadli Rahman.
Fadli juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan yang ditunjukkan Pemkot Bogor untuk pembangunan PSEL. Namun, pihaknya masih menunggu tahapan penjadwalan hingga 12 Januari 2026.
