Menilik Museum Geologi Bandung yang Tampilkan Koleksi Geologi Sejak 1850-an

Pelajar mengamati koleksi replika batuan saat mengunjungi Museum Geologi, Kota Bandung, Senin (15/12). Wisata
Pelajar mengamati koleksi replika batuan saat mengunjungi Museum Geologi, Kota Bandung, Senin (15/12). Wisata edukasi Museum Geologi yang kerap menjadi area wisata bagi pelajar dan warga mulai terlihat ramai menjelang perayaan natal dan tahun baru. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES- Museum Geologi Bandung menampilkan berbagai koleksi geologi yang dikumpulkan sejak 1850-an. Koleksi tersebut diperkenalkan kepada pelajar dan pengunjung saat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berkunjung ke Museum Geologi di Jalan Diponegoro, Senin (15/12).

Dalam kunjungan itu, Farhan menyapa murid sekolah dan pengunjung yang hadir. Dia didampingi Kepala Museum Geologi Rd. Isnu Hajar Sulistyawan. Keduanya berinteraksi dengan pengunjung sekaligus menjelaskan sejumlah koleksi dan ornamen museum.

“Museum ini menunjukan berbagai sejarah dari berbagai macam fosil, batuan hingga mineral.Salah satu museum terbaik yg ada di Indonesia yaitu Museum Geologi. Hari ini dihadiri oleh sekolah SDN 117 Batununggal, SMP Negeri 34 Bandung dan komunitas,” kata Farhan di lokasi.

Baca Juga:Dorong Hilirisasi Gas Bumi, PGN Tingkatkan Pemanfaatan Jadi Produk Bernilai TinggiWacana Pilkada Lewat DPRD, Bupati Bandung Pilih Irit Bicara

Farhan juga mengajak pengunjung menjaga museum sebagai sarana pembelajaran. “Museum ini sebagai tempat belajar, mari kita jaga dengan baik sebagai tempat edukasi,” tuturnya.

Rd. Isnu Hajar Sulistyawan mengatakan seluruh koleksi dan materi geologi di Museum Geologi merupakan hasil pengumpulan sejak 1850-an.

Menurut dia, museum menyediakan berbagai ruang pembelajaran, mulai dari peta relief geografis Indonesia, sejarah perkembangan makhluk hidup dari masa primitif, hingga fosil gajah Blora yang berada di depan pintu utama museum.

Isnu menambahkan, Museum Geologi juga menyelenggarakan kegiatan bermain dan belajar yang dikemas secara interaktif dan edukatif bagi siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

Dirinya berharap, pengunjung mendapatkan pengetahuan tentang geologi dan sejarah setelah berkunjung ke museum tersebut.

“Gajah ini memiliki nama ilmiah Elephas Hysudrindicus dengan tinggi 4 meter dan panjang 5 meter,” harapnya.

0 Komentar