Kerugian Diklaim Capai Rp100 M, Bupati Bandung Akui Tak Sanggup Atasi Banjir dan Pemulihan Lingkungan Sendiri

Ilustrasi: Dua anak duduk di pangkalan ojek yang terendam banjir di Baleendah, Kabupaten Bandung, beberapa wak
Ilustrasi: Dua anak duduk di pangkalan ojek yang terendam banjir di Baleendah, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Secara sendiri jujur saja tidak bisa (atasi banjir). Tapi kita lakukan secara pentahelix. Ini kan kalau pengalaman saya, ini banjir 5 tahunan bukan 20 tahunan lagi,” tuturnya.

“Banjir 5 tahunan tentunya dengan curah hujan sangat tinggi sehingga hampir 15 kecamatan. Kemarin tergenang banjir juga ada longsor. Pada tanggal 5 ini setelah rapat dengan Forkopimda, kita tetapkan tanggap darurat, karena kita butuh anggaran,” tambah Bupati Bandung.

Dijelaskan Kang DS, anggaran tak bisa dikeluarkan apabila tidak ada persyaratan, sehingga penanganan ini sangat penting karena kebutuhan yang mendesak.

Baca Juga:Fitri Salhuteru Penuhi Panggilan Polda Jabar Terkait kasus Pencemaran Nama Baik Hutan Kritis, Ancaman Bencana Makin Nyata!

“Pada aturan Mendagri, berdasarkan surat edaran bahwa ini diperbolehkan. Sehingga ini langsung ditindak lanjuti. Sehingga salah satu contohnya saat ini, evakuasi yang tertimbun sampai hari kelima belum ditemukan, ini salah satu persyaratan,” jelasnya.

Adapun mengenai permasalahan banjir di Kabupaten Bandung, Kang DS mengklaim sudah ada solusi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Di antaranya menghentikan dulu perizinan perumahan untuk dievaluasi, tentutnya apakah sudah sesuai aturan,” imbuhnya.

“Terutama dalam merusak lingkungan, saya yakin perumahan yang sudah ada izin sudah sesuai tata ruang. Ini tapi belum dikaji ulang,” pungkas Kang DS. (Bas)

Laman:

1 2
0 Komentar