Lebih lanjut, Totong menyebut bahwa yang terpenting bukan sekadar memenuhi kewajiban formal, melainkan memastikan bahwa setiap penyandang disabilitas benar-benar layak diberi ruang berdasarkan kemampuan dan kesiapan yang dimiliki.
Ia menegaskan, aspek persiapan dan kesiapan menjadi penentu utama kelayakan tersebut.
“Saya pikir itu bagaimana nanti persiapan dan kesiapannya, dan mereka layak untuk itu,” kata Totong.
Baca Juga:Sedikitnya 1.000 peserta Disabilitas Meriahkan Kegiatan Fun walk di Peringatan HDI Tingkat Kota CimahiHujan Deras Tutup Intake BLUD Cimahi: Suplai Air Baku Sempat Terhenti Akibat Sedimen dan Sampah
Sementara itu, Kepala Sentra Abiyoso Cimahi Kementerian Sosial RI, Feri Frianto, menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum penting untuk mendorong penguatan hak-hak penyandang disabilitas agar semakin berdaya dan setara dalam kehidupan bermasyarakat.
Feri menjelaskan, rangkaian kegiatan yang digelar cukup beragam. Salah satunya fun walk yang melibatkan para penyandang disabilitas bersama orang tua dan keluarga.
“Kita ada kegiatan cukup banyak, ya. Pertama itu ada fun walk di mana para penyandang disabilitas dan juga orang tua dan keluarga ikut bareng bersama,” kata Feri.
Selain itu, lanjut Feri, Hepi Fest saat ini terdapat bazar yang diikuti langsung oleh para penyandang disabilitas sebagai peserta.
Tidak hanya itu, juga ditampilkan teater musikal hasil kolaborasi antara siswa Sekolah Rakyat dengan para penyandang disabilitas.
“Mereka akan perform, karena ini pertama kali ya, perform antara siswa-siswa sekolah rakyat dengan para disabilitas, khususnya netra dan juga tunawicara,” terangnya.
Terkait upaya pemberdayaan ke depan, Feri menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menyediakan akses yang memadai bagi seluruh ragam disabilitas.
Baca Juga:DBD Mengintai di Tengah Cuaca Ekstrem, 308 Kasus Tercatat di Cimahi Sepanjang 2025Mengasah Skill Sejak Bangku Sekolah, SMKN 3 Cimahi Wujudkan Pembelajaran Mendalam Lewat Gebyar Expo 2025
Ia mencontohkan fasilitas di lingkungan kampus Unjani, di mana pihaknya telah mendorong agar keberadaan lift dilengkapi dengan fitur suara untuk membantu penyandang tunanetra.
Feri juga menuturkan, dalam pelaksanaan fun walk pun panitia telah menyiapkan petunjuk bersuara dan visual agar seluruh penyandang disabilitas, baik tunawicara, tunanetra, disabilitas fisik, mental, maupun intelektual, dapat memperoleh informasi dan akses yang setara.
“Sehingga setiap penyelenggaraan disabilitas baik itu tunawicara, tunanetra, penyandang disabilitas fisik, mental, intelektual, mereka bisa mendapatkan informasi dan akses-akses yang setara dengan mereka yang tidak mengalami disabilitas,” jelas Feri.
Lebih lanjut, Feri mengungkapkan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Sentra Abiyoso Kementerian Sosial dengan Pemerintah Kota Cimahi. Sejumlah perangkat daerah turut terlibat, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, pihak Unjani, Himpunan Pengusaha Muda, hingga berbagai organisasi disabilitas.
