Contoh Teks Khutbah Jumat: Kerusakan Alam dan Lalainya Pemangku Kebijakan

Ilustrasi Banjir
Teks khutbah Jumat tentang kerusakan alam dan lalainya pemangku kebijakan. (Pixabay/Hermann)
0 Komentar

Eksploitasi alam berlebihan, penggundulan hutan tanpa adanya reboisasi, membuang sampah sembarangan di sungai, dan perbuatan buruk lainnya adalah penyebab terjadinya bencana seperti banjir, longsor ataupun bencana lainnya.

Terkait hal ini, Syekh Nawawi Banten dalam tafsir Marah Labid juz 2 hal 231 menjelaskan:

أَيْ تَبَيَّنَ الْفَسَادُ فِيْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ كَالْجَدَبِ وَكَثْرَةِ الْحَرَقِ، وَالْغَرَقِ، وَمَوْتِ دَوَّابِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ، وَقِلَّةِ اللُّؤْلُؤِ بِسَبَبِ كَسْبِ النَّاسِ الْمَعَاصِيَ

Artinya: “Kerusakan yang terjadi di darat dan laut seperti kekeringan, banyak terjadinya kebakaran, tenggelam, matinya hewan-hewan darat dan laut, sedikitnya mutiara, semuanya disebabkan perbuatan manusia yang banyak berbuat maksiat (eksploitasi)”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Baca Juga:Contoh Teks Khutbah Jumat: Sifat Qanaah, Menjaga Hati dari KeserakahanPersib Hadapi Borneo FC Tanpa Diperkuat Sejumlah Pilar, Tetap Incar Poin Penuh

Pejabat merupakan perpanjangan tangan dari rakyat yang diberi amanah sebagai pemangku kebijakan.

Pejabat diberi tugas oleh rakyat untuk membuat kebijakan dengan baik untuk mengelola negara, termasuk dalam pengelolaan alam.

Dalam Islam, pejabat termasuk bagian dari khalifah. Khalifah dalam Islam tidak hanya bermakna pemimpin, namun juga penanggung jawab dan pengelola amanah di bumi.

Amanah ini mensyaratkan kebijaksanaan, keadilan, dan kepedulian, bukan dominasi eksploitatif, termasuk pada alam. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-An’am ayat 165:

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ

Artinya: “Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-An’am: 165). Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Imam Fakruddin Ar-Razi dalam tafsir Mafatihul Ghaib Vol 14, hal 193 menjelaskan bahwa pada ayat di atas, Allah Swt memberikan penegasan bahwa tugas sebagai khalifah bukanlah tugas yang mudah.

Manusia yang melaksanakan tugasnya sebagai khalifah dengan baik maka akan mendapatkan hasil yang baik.

Baca Juga:Daftar Kode Free Fire Aktif Terbaru 4 Desember 2025, Banjir Kejutan!Sudah Siapkan Pengganti Wiliam Marcilio, Umuh Muchtar: Kejutan Pokoknya!

Sebaliknya, manusia yang sembrono dalam tugasnya sebagai khalifah akan mendapatkan balasan yang setimpal. Ar-Razi berkata:

ثُمَّ إِنَّ هَذَا الْمُكَلَّفَ إِمَّا أَنْ يَكُونَ مُقَصِّرًا فِيمَا كُلِّفَ بِهِ وَإِمَّا أَنْ يَكُونَ مُوَفِّرًا فِيهِ فَإِنْ كَانَ الْأَوَّلَ كَانَ نَصِيبُهُ مِنَ التَّخْوِيفِ وَالتَّرْهِيبِ وَإِنْ كَانَ الثَّانِيَ وَهُوَ أَنْ يَكُونَ مُوَفِّرًا فِي تِلْكَ الطَّاعَاتِ كَانَ نَصِيبُهُ مِنَ التَّشْرِيفِ وَالتَّرْغِيبِ

Artinya: “Manusia yang diberi beban tugas sebagai khalifah adakalanya melaksanakan tugasnya dengan sembrono, adakalanya melaksanakan tugasnya dengan baik. Jika termasuk golongan yang pertama, maka hasilnya adalah kekhawatiran dan ketakutan. Sebaliknya jika termasuk golongan yang kedua yaitu melaksanakan tugas sebagai khalifah sesuai perintah maka balasannya adalah kemuliaan dan suka cita”.

0 Komentar