Progres Ketahanan Pangan Alternatif Sorgum, Bandung Kembangkan Riset dan Olahan

Progres Ketahanan Pangan Alternatif Sorgum, Bandung Kembangkan Riset dan Olahan
Petani membawa hasil panen tanaman sorgum di Pusat Pengembangan Sorgum Nasional, Sein Farm, Kota Bandung, Kamis (27/11)/ Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penelitian sorgum di Sein Farm, Kota Bandung, menunjukkan bahwa pasar komoditas ini masih belum terbentuk. Produksi kecil menyebabkan permintaan rendah, sementara konsumsi masyarakat juga masih terbatas.

“Produksinya memang terbatas, akhirnya daya terima atau daya konsumsinya juga masih sangat rendah,” kata Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Jumat (28/11).

Sorgum mulai menjadi perhatian pemerintah pusat karena rencana perluasan tanam hingga 5.000 hektare pada 2026. Namun di Bandung, peredaran sorgum masih minim di tingkat pasar.

Baca Juga:Misi Kebangkitan Persib Dimulai di Madura: Tiga Poin Harga Mati!Habis Sudah Kesabaran Bojan Hodak, Beberapa Pemain Persib Bakal Didepak!

Dia menjelaskan, Sein Farm menggunakan lahan uji coba sekitar 400 meter persegi untuk menanam tiga sampai empat varietas sorgum, termasuk varietas dari luar negeri.

Riset dilakukan untuk mengetahui varietas yang paling sesuai dari sisi produksi dan hasil. “Lahan kita itu memanfaatkan untuk semacam riset,” kata Gin Gin.

Hasil riset ini diarahkan untuk menghasilkan bibit yang dapat digunakan daerah lain. Gin Gin menjelaskan, kelebihan sorgum dapat dipanen tiga kali dari satu kali tanam.

Produktivitas sorgum disebut dapat mencapai 12 ton per hektare. “Padi kan rata-rata 7-9 ton per hektare. Kalau ini sorgum bisa 12 ton per hektare,” jelasnya.

Dia menuturkan, sorgum dapat dimanfaatkan untuk pangan, tepung, dan olahan etanol dari batangnya. Untuk memperluas pemanfaatan, DKPP Bandung dan mitra riset melakukan pengembangan produk olahan sorgum. Upaya tersebut dilakukan untuk menyesuaikan produk sorgum dengan selera masyarakat. Sein Farm juga disiapkan sebagai pusat pembelajaran.

Menurutnya fasilitas yang disiapkan meliputi mesin pengolahan, peralatan, dan pendampingan bagi UMKM.

Gin Gin menyebut konsumsi sorgum di beberapa negara sudah meningkat. Namun di Bandung, penjual dan produk olahan masih terbatas. Penelitian sorgum di Sein Farm telah berjalan sejak 2020, dengan kerja sama lebih intensif dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga:Ogah Imbang, Persib Maunya Menang!Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa Gol

DKPP juga bekerja sama dengan UNPAS dan Bundpas untuk mengembangkan mesin tepat guna dan merancang benih yang sesuai dengan karakter wilayah Bandung. “Benih itu akan kita jadikan benih asal Kota Bandung,” kata Gin Gin.

0 Komentar