Ekonomi Digital Melaju, BPS Cimahi Siapkan Strategi Sensus Ekonomi 2026

Ekonomi Digital Melaju, BPS Cimahi Siapkan Strategi Sensus Ekonomi 2026
Plt Kepala BPS Kota Cimahi, Junaedi Bersama Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026/Firman Satria/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah pergeseran ekonomi menuju ruang digital, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai instrumen utama dalam pemetaan aktivitas ekonomi Indonesia yang kian kompleks.

Pentingnya SE2026 mengemuka saat pertumbuhan ekonomi Cimahi menunjukkan tren positif, namun masih dihadapkan pada tantangan akurasi data usaha, terutama pada sektor digital dan informal yang berkembang pesat.

Plt Kepala BPS Kota Cimahi, Junaedi, menyampaikan bahwa Cimahi mampu mempertahankan kinerja ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga:Misi Kebangkitan Persib Dimulai di Madura: Tiga Poin Harga Mati!Habis Sudah Kesabaran Bojan Hodak, Beberapa Pemain Persib Bakal Didepak!

“Pada rilis terakhir kemarin, perekonomian Kota Cimahi di triwulan 2 tahun 2025 ini masih tumbuh, yaitu sebesar 5,27 persen secara y-on-y,” ujarnya saat dikonfirmasi Jabar Ekspres via WhatsApp, Jum’at (28/11/25).

Pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata Jawa Barat dan mencerminkan bahwa dinamika ekonomi lokal masih bergerak positif.

Ia menjelaskan, capaian itu sejalan dengan struktur ekonomi Cimahi yang masih didominasi oleh sektor industri manufaktur dengan kontribusi mencapai 44,83 persen, berdasarkan data PDRB 2024. Namun, digitalisasi dan perubahan pola konsumsi melahirkan banyak pelaku ekonomi baru yang belum sepenuhnya tercatat dalam sistem statistik resmi.

“Banyak usaha mikro, kecil, dan menengah yang kini beralih ke platform online untuk menjual produknya, baik di dalam negeri maupun ke pasar internasional,” jelasnya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ekonomi digital telah menjadi kekuatan baru bagi Cimahi.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi digital yang pesat justru menghadirkan pekerjaan besar bagi BPS.

Junaedi menegaskan bahwa banyak aktivitas ekonomi modern berlangsung tanpa dokumentasi formal sehingga sulit terjaring oleh mekanisme statistik konvensional.

Baca Juga:Ogah Imbang, Persib Maunya Menang!Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Padahal kontribusi mereka terhadap pendapatan rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, dan struktur ekonomi daerah tidak bisa dipandang kecil.

“Di situlah SE2026 menjadi sangat penting,” tegas Junaedi.

Sensus Ekonomi 2026, lanjutnya, dirancang untuk mencatat seluruh kegiatan ekonomi nonpertanian, baik formal maupun informal, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar.

Proses ini akan menjadi fondasi penetapan kebijakan ekonomi nasional dan daerah dalam beberapa tahun ke depan.

“SE2026 akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci, berapa banyak unit usaha yang aktif di Indonesia? Di mana mereka berlokasi? Apa sektor dominannya? Bagaimana mereka beradaptasi dengan digitalisasi dan perubahan pasar global?” ujarnya.

0 Komentar