Mirip Film, Drama Penggerebekan Bandar Narkoba di Pekalongan Diwarnai Baku Tembak

Ilustrasi penembakan menggunakan softgun yang terjadi saat penggerebekan narkoba di Pekalongan. (freepik)
ILUSTRASI penembakan menggunakan softgun yang terjadi saat penggerebekan narkoba di Pekalongan. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aksi penggerebekan bandar narkoba yang terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah, mirip adegan film action. Pasalnya terjadi baku tembak, dimana Polisi yang memberikan tembakan peringatan dibalas dengan tembakan menggunakan softgun oleh pelaku.

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah yang diduga sebagai sarang peredaran narkoba, tepatnya di wilayah Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, pada Selasa (25/11) malam.

Polres Pekalongan yang melakukan penggerebekan mendapat perlawanan dari beberapa orang yang berada didalam rumah. Mereka menembaki petugas menggunakan senjata softgun dan melawan dengan senjata tajam. Bahkan jejak peluru juga menembus jendela pintu depan mobil petugas polisi.

Baca Juga:Pengumuman Resmi Waktu Pencairan Gaji Pensiunan dari Taspen,  Cek Jadwal dan Besarannya Nonton DraChin Dapat Uang, Pake Aplikasi Drama EON Media Benarkah Aman?

Hal ini membuat proses penggerebekan berlangsung cukup lama dan menegangkan, hingga Polres Pekalongan meminta bantuan dari Brimob Polda Jateng yang bermarkas di Kalibanger, Kota Pekalongan.

Ketegangan kembali terjadi saat terduga pelaku tidak mau menyerah. Petugas pun terpaksa mendobrak pintu dan memberikan tembakan peringatan agar pelaku menyerah.

Operasi penggerebekan narkoba ini, menurut Kabag Ops Polres Pekalongan, Kompol Farid, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan pelaku peredaran psikotropika di wilayah Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, belum lama ini.

“Jadi kegiatan malam ini hasil pengembangan penangkapan psikotropika di daerah Tangkil Kulon, Kedungwuni (Kabupaten Pekalongan). Kemudian mengembangkan ke sini, dilakukan penangkapan dan terjadi perlawanan pada saat penangkapan awal,” ujar Farid di lokasi, Rabu (26/11) dini hari dikutip dari detik.com.

Karena ada perlawanan dan banyaknya orang di dalam rumah yang digerebek, Polres Pekalongan meminta bantuan pengamanan tambahan.

“Karena ada perlawanan, kita minta back up dari Polres Pekalongan Kota dan dari Brimob untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Penggerebekan yang dimulai sejak Selasa Malam (25/11) itu akhirnya berhasil melumpuhkan para terduga pelaku pada Rabu (26/11) sekitar pukul 01.00 WIB.

Baca Juga:1.590 WNA Ditangkap Junta Militer Myanmar, Diduga Terlibat Sindikat Penipuan OnlineKembali Melesat Kencang di Buriram, Pebalap Astra Honda Raih Posisi Tiga Besar Klasemen TTC 2025

Farid menyebut ada tiga orang yang berhasil ditangkap dalam operasi tersebut, termasuk inisial M-A.

“Diamankan sementara ada tiga orang. Yang tadi di awal sudah dua, kemudian ini satu,” katanya.

Usai melumpuhkan pelaku, polisi juga melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku. Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya senjata jenis softgun dan senjata tajam.

0 Komentar