JABAR EKSPRES – Rencana pembangunan Jalur Puncak II kembali bergerak setelah sekian lama mandek.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah menyiapkan anggara sekitar Rp1 triliun untuk memulai pembangunan pada 2026.
“Informasi awal Pemprov Jabar menganggarkan 1 triliun rupiah untuk jalur puncak II,” kata Rudy, pada Senin (24/11/2025).
Baca Juga:Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa GolEiger Adventure Land Jadi Mitra Menko PMK–BNPB Menghijaukan Puncak
Menurut Rudy, langkah Pemprov Jabar ini dapat menjadi contoh percepatan pembangunan, terutama untuk proyek besar yang selama ini bergantung pada pemerintah pusat.
“Kemungkinan besar tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pembangunan jalur puncak II yang harusnya menjadi kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya.
“Nah ini apa yang bisa kita laksanakan kita contoh bersama, walaupun kewenangan pusat diambil provinsi, walaupun kewenangan provinsi diambil kabupaten, yang terpenting percrpatan pembangunan dapat dilaksanakan secara bersama,” sambung dia.
Pemprov Jabar dijadwalkan bertemu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pada 27 November mendatang untuk membahas sejumlah opsi trase Jalur Puncak II.
“Jadi memang jalur puncak II ada di beberapa ruas-ruas tertentu yang butuh kesepakatan bersama apakah lurus, apakah belok kiri, apakah belok kanan karena hal tersebut berpengaruh terhadap besaran biaya konstruksi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya.
Rencana pembangunan Jalur Puncak II sebenarnya telah disuarakan sejak lama. Pada 2021, Bupati Bogor saat itu, Ade Yasin, bersama Bupati Cianjur Herman Suherman, mendesak Kementerian PUPR agar segera memulai proyek ini sebagai solusi jangka panjang kemacetan Puncak.
